28 C
Jakarta
BerandaInfoPilar Serukan Tim Penggerak PKK Tangsel Dorong Kampanye Pilah Sampah dari Rumah

Pilar Serukan Tim Penggerak PKK Tangsel Dorong Kampanye Pilah Sampah dari Rumah

mediaistana.com

Ciputat – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari hal paling sederhana, yakni memilah sampah langsung dari rumah. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi ke Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tangsel dengan tema “Bersama-sama Nyok Pilah Sampah dari Rumah” yang digelar di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Kamis (22/1/2026).

Pilar menegaskan, pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. “Manusia setiap hari pasti menghasilkan sampah. Sampah itu tanggung jawab kita bersama. Sampah saya adalah masalah saya, sampah kita adalah masalah kita bersama,” tegasnya. Selain jajaran pimpinan daerah dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, ada pula Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan pun turut hadir.

Pilar menegaskan, peran TP PKK sangat strategis sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga. Menurutnya, ibu-ibu memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah.“ TP PKK ini adalah ujung tombak dari gerakan-gerakan kesadaran masyarakat di rumah. TP PKK selama ini dipercaya betul oleh masyarakat untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan sosial dan ibu-ibu juga paling sering dipercaya dan didengar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini Kota Tangerang Selatan tengah menghadapi kondisi darurat sampah akibat penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA. Pilar menjelaskan, Pemkot Tangsel tengah menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang, mulai dari pembangunan fasilitas Material Recovery Facility (MRF) hingga program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Namun, proses pembangunan teknologi tersebut membutuhkan waktu.“Sambil menunggu infrastruktur besar terbangun, satu-satunya penyelamat kita hari ini adalah gerakan masyarakat. Dan itu dimulai dari rumah,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Pilar juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menerapkan pemilahan sampah di rumah, mulai dari memisahkan sampah organik, anorganik, hingga residu, serta memanfaatkan lubang biopori untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

 

Ia menekankan, konsep bank sampah tidak selalu harus berbentuk bangunan fisik. Lebih dari itu, bank sampah adalah sebuah sistem dan gerakan kolektif masyarakat dalam mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.“Bank sampah itu bukan soal bangunannya, tapi gerakannya. Sampah yang dipilah, dikumpulkan, dan diolah bisa bernilai ekonomi dan mengurangi sampah ke TPA,” jelasnya.

Pilar berharap, melalui dukungan penuh TP PKK, gerakan pilah sampah dari rumah dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Tangerang Selatan.“Gerakan kecil kalau dilakukan bersama-sama akan menjadi gerakan besar. Saya yakin dengan dukungan ibu-ibu TP PKK, permasalahan sampah di Kota Tangerang Selatan bisa kita atasi bersama,” tuturnya.

( Fiqi )

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!