Mediaistana.com – LAMPUNG SELATAN — Polres Lampung Selatan menggelar simulasi cara bertindak (CB) pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dalam rangka Operasi Ketupat Krakatau 2026, Jumat (6/3/2026) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri dan diikuti seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini.
Simulasi dilaksanakan di sejumlah titik strategis yang diprediksi menjadi pusat kepadatan kendaraan dan penumpang selama periode mudik dan arus balik, yakni Pos Pelayanan Pelabuhan Bakauheni, Pos Pengamanan BBJ Bakauheni, Pos Pengamanan Gayam Penengahan, Pos Pengamanan Rest Area KM 20 B, Rest Area KM 33 B, serta Rest Area KM 49 B.
Dalam simulasi tersebut, petugas mempraktikkan berbagai skenario penanganan apabila terjadi lonjakan penumpang kapal penyeberangan maupun antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk menyamakan persepsi seluruh personel di lapangan mengenai langkah yang harus dilakukan saat menghadapi situasi kepadatan arus mudik.
“Simulasi ini penting untuk menyamakan persepsi seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026, sehingga setiap anggota memahami peran, tugas, serta cara bertindak di lapangan apabila terjadi lonjakan kendaraan maupun penumpang,” kata Toni, Jumat.
Ia menjelaskan, wilayah Lampung Selatan, khususnya Pelabuhan Bakauheni, merupakan salah satu titik krusial pergerakan pemudik dari Pulau Sumatera menuju Jawa maupun sebaliknya.
Karena itu, kesiapan personel, pola pengamanan, serta koordinasi antarpos pengamanan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran.
“Setiap kapospam dan personel harus memahami blokasi wilayah, pola pengamanan, serta prosedur penanganan situasi di lapangan. Dengan begitu ketika terjadi peningkatan arus kendaraan, anggota sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Polres Lampung Selatan juga menerapkan sistem kategori situasi berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas, yakni pola hijau, kuning, dan merah.
Pada kondisi hijau, arus kendaraan masih berjalan normal dan lalu lintas relatif lancar.
Kemudian pada kondisi kuning, volume kendaraan mulai meningkat sehingga petugas melakukan penguraian arus serta pengaturan kendaraan menuju rest area atau kantong parkir untuk mengurangi kepadatan menuju pelabuhan.
Sementara pada kondisi merah, ketika terjadi lonjakan kendaraan dan antrean panjang menuju pelabuhan mencapai ruas tol dan jalur jalan arteri, petugas akan menerapkan pengendalian lebih ketat, termasuk sistem penundaan kendaraan di sejumlah titik buffer zone atau rest area sebelum menuju Pelabuhan Bakauheni.
Kapolres menambahkan, melalui simulasi ini pihaknya juga dapat melakukan evaluasi terhadap kesiapan personel maupun sarana pendukung yang digunakan dalam pengamanan arus mudik.
“Melalui simulasi ini kita bisa melihat potensi kendala di lapangan dan melakukan evaluasi sejak dini. Harapannya, saat pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 nanti, Polres Lampung Selatan benar-benar siap memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat,” kata dia.
Polres Lampung Selatan menilai kegiatan simulasi tersebut menjadi bagian penting dari persiapan pengamanan Lebaran, mengingat tingginya potensi peningkatan jumlah kendaraan dan penumpang di jalur menuju Pelabuhan Bakauheni setiap musim mudik. Dengan kesiapan personel dan skenario pengamanan yang matang, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.*red