25.8 C
Jakarta
BerandaTEKNOLOGIPolres Purworejo Perketat Skema pengamanan di Laga Semifinal Persak Kebumen Melawan PSIR...

Polres Purworejo Perketat Skema pengamanan di Laga Semifinal Persak Kebumen Melawan PSIR Rembang

PURWOREJO || Mediaistana.com – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menerapkan skema pengamanan ekstra ketat dalam laga Semifinal Leg 1 Liga 4 yang mempertemukan Persak Kebumen melawan PSIR Rembang di Stadion Sarwo Edi Wibowo, Senin (09/02) sore. Langkah “siaga penuh” ini diambil guna menjamin kondusivitas pertandingan di tengah rivalitas tinggi kedua klub.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, memimpin langsung jalannya pengamanan. Meski regulasi melarang kehadiran suporter tamu (away), pihak kepolisian tidak ingin meremehkan situasi. Sebanyak ratusan personel gabungan diterjunkan, termasuk bantuan kendali operasi (BKO) dari satu peleton Kodim 0708/Purworejo, Dalmas Polres Magelang, Wonosobo, Kebumen, hingga Brimob Kutoarjo dan satu regu Damkar.

“Kami menurunkan kekuatan penuh sesuai SOP pengamanan sepak bola. Pengamanan dibagi dalam beberapa ring, mulai dari jalur raya untuk mengurai kemacetan, pintu masuk stadion untuk sterilisasi benda berbahaya seperti sajam dan alkohol, hingga area nobar di Terminal Lama Purworejo bagi suporter yang tidak tertampung di stadion karena kapasitas hanya -/+ 500 bangku,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Tambahnya, personel kepolisian juga ada yang bertugas di perbatasan Mergoyoso (Purworejo-Magelang) melakukan penyekatan terhadap potensi kedatangan suporter PSIR Rembang guna menghindari bentrokan antar basis pendukung. Sedangkan, untuk keamanan di dalam stadion dilakukan oleh Steward stadion yang disediakan oleh panitia penyelenggara.

Pertandingan sendiri berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan pukul 15.00 WIB. Persak Kebumen sempat memimpin 1-0 di babak pertama melalui titik putih. Namun, PSIR Rembang berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua.

Tensi memuncak menjelang akhir laga saat wasit menganulir gol PSIR Rembang dan mengganjar pemain tamu dengan kartu merah akibat protes berlebihan. Pasca insiden kartu merah, suporter Kebumen menganggap bahwa Pemain PSIR Rembang mengulur waktu dan hal ini memicu emosi suporter Kebumen yang berujung pada aksi pelemparan plastik berisi air ke arah bangku cadangan official PSIR Rembang.

Beruntung, kesiapsiagaan petugas keamanan di pinggir lapangan berhasil meredam ketegangan tersebut dengan cepat. Pertandingan pun dapat dilanjutkan hingga usai dengan skor akhir 1-1.

Pasca laga, aparat tidak langsung membubarkan diri. Polisi melakukan pengawalan ketat terhadap rombongan suporter Persak Kebumen hingga ke perbatasan wilayah Kebumen untuk memastikan tidak ada aksi anarkis di perjalanan.

Di akhir kegiatan, AKBP Windy menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada para pemain yang menjunjung sportivitas, suporter yang tetap tertib, serta seluruh personel keamanan yang berhasil menjaga marwah pertandingan ini hingga berjalan aman dan kondusif,” tutupnya.(J)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!