33.2 C
Jakarta
BerandaBertaPotensi Kratom Berau menjanjikan, Harga Kompetitif Buka Peluang Ekonomi Baru Bagi Petani

Potensi Kratom Berau menjanjikan, Harga Kompetitif Buka Peluang Ekonomi Baru Bagi Petani

Media Istana

Tanjung Redeb, 16 Maret 2026

Tanaman kratom yang telah lama dikenal oleh masyarakat lokal sebagai obat tradisional kini semakin menunjukkan potensi besar sebagai komoditas unggulan Kabupaten Berau, dengan harga yang kompetitif baik di pasar lokal maupun ekspor. Langkah pengembangan yang terencana dan bertanggung jawab diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga membuka peluang inovasi dalam bidang kesehatan berbasis sumber daya alam lokal.

Dalam rapat koordinasi yang diikuti kunjungan kerja ke kebun kratom milik kelompok tani di Kecamatan Gunung Tabur, Bupati Berau menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan komoditas ini dengan prinsip keberlanjutan dan kepatuhan peraturan. “Kita melihat bahwa kratom bukan hanya sekadar tanaman tradisional, tetapi bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal jika dikelola dengan benar. Harga yang menjanjikan menjadi daya tarik utama bagi petani untuk mengembangkannya secara profesional,” ucap Bupati dalam kesempatan tersebut.

Kondisi lingkungan Berau yang sangat mendukung menjadi modal utama dalam mengembangkan tanaman ini. Iklim tropis dengan suhu rata-rata 23-32°C serta jenis tanah aluvial dan organosol yang kaya humus sangat sesuai untuk pertumbuhan kratom yang membutuhkan suhu ideal 20-30°C dan lingkungan lembap.

Menurut data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Berau, harga kratom di pasar lokal Berau saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Daun segar dijual dengan harga sekitar Rp6.000 hingga Rp8.000 per kilogram, sedangkan daun kering atau remahan berkualitas baik dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Untuk daun yang melalui proses fermentasi khusus, harga bahkan bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram, tergantung pada kualitas dan usia pohon yang menghasilkan daun tersebut.

“Saya sudah menanam kratom selama 2 tahun, dan sekarang pendapatan saya meningkat sekitar 30% dibandingkan sebelumnya. Harga lokal yang stabil membuat kami lebih termotivasi untuk menjaga kualitas produk,” ungkap Siti Aminah, salah satu petani kratom dari Kelompok Tani Sejahtera di Kecamatan Sambaliung. Sementara itu, Suyanto, seorang petani dari Kecamatan Sambaliung yang telah mengelola kebun kratom secara tradisional selama lebih dari 10 tahun, juga menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah akan membantu mereka meningkatkan kualitas produk dan mengakses pasar yang lebih luas.

Di pasar ekspor, potensi keuntungan menjadi lebih besar. Berdasarkan laporan dari Asosiasi Pengusaha Kratom Indonesia (APKI) Cabang Berau, harga ekspor kratom dari Berau berkisar antara $35 hingga $85 per kilogram tergantung strain, kualitas, dan volume pembelian. Untuk pembelian besar di atas 500 kilogram, harga bisa mencapai $30 hingga $40 per kilogram. Pada beberapa pengiriman terakhir ke negara tujuan seperti India dan beberapa negara di Eropa, 100 kilogram kratom berkualitas premium berhasil dijual dengan nilai sekitar Rp52 juta, atau setara dengan Rp520.000 per kilogram.

Selain itu, pada bulan Oktober 2025 lalu, sebuah perusahaan ekspor lokal berhasil mengirimkan 150 ton kratom dari Pelabuhan Tarakan menuju pasar internasional dengan nilai total sekitar Rp7 miliar, atau rata-rata Rp46.600 per kilogram. Angka ini menunjukkan bahwa kratom dari Berau memiliki daya saing yang tinggi dibandingkan dengan produk dari daerah lain di Indonesia.

Seorang peneliti dari Universitas Mulawarman yang terlibat dalam studi kratom di Kalimantan Timur menjelaskan bahwa beberapa penelitian menunjukkan potensi zat aktif dalam kratom untuk mendukung terapi penyalahgunaan zat dan mengelola gejala gangguan kecemasan, asalkan digunakan dengan dosis yang tepat dan pengawasan medis yang ketat.

Untuk mendukung pengembangan ini, pemerintah Kabupaten Berau telah menyusun program pendampingan yang meliputi pelatihan budidaya kratom yang baik (Good Agricultural Practices/GAP), pembentukan pusat pengolahan awal, serta pendaftaran produk untuk memenuhi standar ekspor. Pihak terkait juga bekerja sama dengan BPOM dan BNN untuk memastikan seluruh proses produksi dan pemasaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kita tidak hanya fokus pada harga dan pendapatan, tetapi juga pada keamanan produk dan kepatuhan hukum. Setiap batch produk yang akan diekspor harus melalui uji laboratorium untuk memastikan mutunya sesuai standar internasional,”jelas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Berau.

Rencananya, pada tahun 2026 mendatang pemerintah akan membuka pusat informasi dan pemasaran kratom Berau untuk memudahkan petani dalam mengakses pasar dan mendapatkan informasi harga terkini. Selain itu, juga akan dilakukan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait pengembangan produk olahan kratom dengan nilai tambah lebih tinggi, seperti ekstrak terstandarisasi dan suplemen kesehatan berbahan dasar kratom lokal.

Dengan dukungan yang komprehensif dan potensi harga yang menjanjikan, diharapkan kratom dapat menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Berau yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

 

Aroel Mandang

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!