29.3 C
Jakarta
BerandaInfoPROYEK WISATA BUYUNG - BUYUNG DIALIHKAN KE JALAN MANGROVE

PROYEK WISATA BUYUNG – BUYUNG DIALIHKAN KE JALAN MANGROVE

Setelah di klaim oleh oknum yang mengaku pemilik lahan di jalan tani Kampung Buyung – Buyung Kecamatan Tabalar, proyek yang semula dibangun untuk konsep wisata alam persawahan, agar mendorong Kampung Buyung – Buyung lebih dikenal baik orang – orang lokal yang berpergian ke Biduk – Biduk maupun di dari luar Kabupaten Berau.

Tujuan di bangun tempat wisata di di pematang sawah ini, agar warga yang menikmati jajanan kuliner ini juga dapat menikmati keindahan persawahan yang tertata rapi dengan tanaman padi yang hijau.

Selain di areal pematang sawah, proyek yang di jadwalkan itu juga berada di sekitar pergudangan padi dan jalan ke arah hutan mangrove.

Pencanangan ini akan memajukan kampung Buyung – Buyung menjadi salah satu kampung di Kabupaten Berau untuk dapat berpartisipasi dalam memajukan sektor pariwisata.

Saat di temui Media Istana di Kantor Dinas Pariwisata, Andi selaku staf teknis menyatakan bahwa pencanangan daerah tujuan wisata di hamparan persawahan Kampung Buyung – Buyung agar warga yang nikmati kuliner yang disediakan juga bisa melihat kearah persawahan yang hijau.

” Ada  tiga titik yang di sediakan untuk dijadikan tempat wisata, di jalan tani, pergudangan dan jalan ke mangrove. Dimana sekarang lagi di bangun dermaga untuk saling menunjang. ” Ujar pak Andi

” Kenapa di pilih ke tempat mangrove, agar warga dapat melihat habitat yang ada seperti bekantan dan hewan lainnya. ” Tambah pak Andi.

Saat Media Istana menyampaikan akan melakukan penanaman mangrove di tempat – tempat yang kurang mangrovenya, Pak Andi sangat setuju dan mendukung kegiatan tersebut.

Kampung Buyung-Buyung merupakan salah satu kampung wisata yang berada di Kecamatan Tabalar Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur, dengan potensi pariwisata berupa wisata alam bahari yaitu potensi hutan mangrove dan wisata edukasi pertanian. selain itu, Kampung Buyung-Buyung juga memiliki potensi atraksi wisata berupa pesta laut dan tolak bala (Syukuran Kampung) sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil tangkapan nelayan dan panen petani. selain potensi pariwisata Kampung Buyung-Buyung juga merupakan sentral pertanian padi yang menjadi penghasil beras terbesar di Kabupaten Berau.

Penulis : Aroel mandang

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!