Editorial Redaksi
Ada masa ketika jarak Kaiely ke Anhoni terasa begitu jauh, bukan karena bentangan wilayahnya, melainkan karena jalan rusak yang memaksa masyarakat menempuh perjalanan penuh kesabaran. Selama bertahun-tahun, waktu tempuh hampir satu jam tiga puluh menit menjadi bagian dari rutinitas yang melelahkan—melewati jalan berlumpur, berlubang, dan penuh risiko. Namun hari ini, kisah itu berubah.
Pembangunan jalan penghubung Kaiely–Anhoni sepanjang hampir 15 kilometer oleh PT Harmoni Alam Manise (HAM) telah mengubah wajah kehidupan masyarakat pesisir. Jalan yang dulu seakan memenjarakan mobilitas, kini membuka akses dan harapan. Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu lama, kini dapat ditempuh hanya sekitar 20 menit. Sebuah perubahan sederhana dalam hitungan waktu, namun berdampak besar dalam kehidupan.
Tokoh Adat Petuanan Kaiely, Ibrahim Wael dan Onyong Wael, menyuarakan rasa syukur masyarakat dengan penuh ketulusan. Ungkapan terima kasih yang mereka sampaikan bukan sekadar seremonial, melainkan lahir dari pengalaman panjang masyarakat yang selama 26 tahun pascapemekaran kabupaten belum pernah menikmati sentuhan jalan yang baik. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian yang nyata mampu menjawab penantian yang panjang.
Lebih dari sekadar infrastruktur, jalan Kaiely–Anhoni adalah simbol keterhubungan. Ia menghubungkan masyarakat dengan pusat pemerintahan, membuka akses pendidikan, layanan kesehatan, serta memperlancar roda ekonomi. Nelayan, petani, pelajar, dan pedagang kini dapat bergerak dengan lebih aman dan cepat. Wilayah yang dahulu terisolasi perlahan menemukan denyut kemajuan.
Komitmen PT Harmoni Alam Manise tidak berhenti pada pembangunan jalan. Rencana pembangunan jembatan-jembatan di sepanjang jalur Kaiely hingga Anhoni semakin menegaskan keseriusan perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang berkelanjutan dan aman bagi masyarakat. Jembatan-jembatan itu kelak akan menjadi penguat konektivitas, memastikan akses tetap terbuka di segala musim.
Apa yang dilakukan PT HAM menjadi cermin bahwa tanggung jawab sosial perusahaan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Ketika kepedulian bertemu dengan keikhlasan, pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga terasa dalam semangat dan optimisme warga.
Kini, jalan yang dulu hanya menjadi harapan telah menjadi kenyataan. Tugas bersama selanjutnya adalah menjaga dan merawatnya, agar manfaatnya terus mengalir bagi generasi hari ini dan yang akan datang. Dari Kaiely menuju Anhoni, bukan hanya jarak yang dipersingkat, tetapi juga masa depan yang didekatkan.