26.1 C
Jakarta
BerandaInfoRustam Fadly Tukuboya dan Menata Kembali Tambang Emas Buru—Membuka Ruang Legal, Menutup...

Rustam Fadly Tukuboya dan Menata Kembali Tambang Emas Buru—Membuka Ruang Legal, Menutup Jalan Kerusakan

Oleh: Muz Latuconsina

Seruan anggota DPRD Kabupaten Buru, Rustam Fadly Tukuboya, SH, bukan sekadar peringatan biasa. Itu adalah alarm keras yang terus berdetak di tengah riuh rendah aktivitas tambang emas yang kian menjamur di Kabupaten Buru. Setelah Gunung Botak menjadi potret buram akibat eksploitasi tanpa kendali, kini enam titik baru—Tanah Merah, Gunung Nona, Gogorea, Wansar, Waspait, hingga Lamahang—mulai menyusul, membuka luka baru yang berpotensi jauh lebih dalam.

Sudah terlalu lama persoalan ini dibiarkan seperti bara dalam sekam. Rustam mengingatkan kita bahwa pemerintah tak bisa terus berada di pinggir panggung, seolah hanya menjadi penonton dari drama panjang penambangan liar yang menyeret dampak ekologis, sosial, dan ekonomi. Negara harus hadir, bukan sekadar menertibkan dengan operasi sesaat, tetapi menetapkan arah pengelolaan yang jelas, tegas, dan berkeadilan.

Benar adanya: masyarakat menggantungkan hidup pada tanah yang mengandung butir-butir emas itu. Menutup tambang tanpa solusi hanyalah memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain. Karena itu, tawaran Rustam agar pemerintah membuka ruang perizinan yang transparan, terukur, dan pro-rakyat adalah langkah yang patut dipertimbangkan secara serius. Legalitas bukan hanya memberi kepastian, tetapi juga memungkinkan pengawasan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Tak boleh lagi kita mengulang tragedi ekologis Gunung Botak—hutan gundul, sungai tercemar, tanah rusak—semuanya menjadi catatan kelam ketika tambang tak diatur, dan aparat hukum tak berdaya menghadang gelombang penambang. Kerusakan yang dibiarkan berkembang akan menjadi warisan pahit bagi generasi mendatang. Karena itu, penertiban bukan sekadar urusan keamanan, melainkan investasi jangka panjang bagi kelestarian Buru.

Pemerintah daerah kini berada di persimpangan penting. Mereka ditantang untuk merumuskan kebijakan yang mampu menggabungkan tiga kepentingan yang kerap berseberangan: ekonomi masyarakat, penegakan hukum, dan perlindungan lingkungan. Tugas ini memang tidak ringan, tetapi justru di situlah ukuran keberpihakan dan kualitas kepemimpinan diuji.

Jika dikelola dengan baik, tambang emas Buru bukan hanya dapat mengangkat kehidupan masyarakat, tetapi juga mendatangkan Pendapatan Asli Daerah yang signifikan. Namun tanpa tata kelola, tambang akan terus menjadi bom waktu yang siap meledak menjadi konflik, kerusakan alam, dan ketidakadilan ekonomi.

Seruan Tukuboya seharusnya menjadi momentum. Momentum untuk bangkit dari pola lama yang reaktif dan tambal sulam, menuju tata kelola pertambangan yang modern, manusiawi, dan berpihak pada masa depan.

Buru membutuhkan kepastian. Buru membutuhkan keberanian. Dan Buru membutuhkan pemerintah yang tak lagi menunda.(AS/CS)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!