Jakarta, Mediaistana.Com – Setelah sempat diberlakukan sebagai strategi utama mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menghentikan skema rekayasa lalu lintas one way nasional, Keputusan ini diambil menyusul kondisi arus kendaraan yang dinilai telah kembali stabil dan terkendali.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa evaluasi terkini menunjukkan volume kendaraan tidak lagi memerlukan pengaturan satu arah, Dengan demikian, pola lalu lintas dikembalikan ke sistem normal dua arah, baik menuju Jakarta maupun ke wilayah Trans Jawa.
“Sejak 18 Maret 2026 kami memberlakukan one way. Hari ini kami evaluasi, kondisi arus cukup landai dan terkendali,Maka mulai pukul 13.00 WIB dilakukan sosialisasi, dilanjutkan sterilisasi jalur, hingga akhirnya one way nasional resmi kami tutup pada pukul 13.22 WIB,” ujar Agus dari Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (20/3/2026).
Keputusan penghentian ini tidak diambil secara instan. Korlantas terlebih dahulu melakukan tahapan sosialisasi kepada masyarakat serta pembersihan jalur (clearance) guna memastikan transisi menuju arus normal berjalan aman dan tertib,Dengan kembalinya sistem lalu lintas ke pola reguler, mobilitas kendaraan dari dan menuju berbagai daerah terpantau lancar.
Agus menegaskan bahwa kondisi ini menjadi indikator keberhasilan pengendalian arus mudik tahun ini,“Sekarang lalu lintas sudah normal, baik yang mengarah ke Jakarta maupun ke arah Semarang,” jelasnya.
Lebih lanjut, jenderal bintang dua tersebut menekankan bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas bersifat dinamis dan adaptif, mengikuti situasi di lapangan Korlantas pun kini mengalihkan fokus pada pengamanan rangkaian Hari Raya Idulfitri, mulai dari malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, hingga pengawasan destinasi wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.
Tak hanya itu, strategi untuk menghadapi arus balik juga tengah disiapkan secara matang,Berbagai skenario akan diterapkan termasuk kemungkinan pemberlakuan kembali one way nasional, pemanfaatan tol fungsional, hingga pengalihan arus berbasis teknologi pemantauan lalu lintas secara real-time,“Kami akan susun skenario bersama para stakeholder, melihat kondisi traffic secara langsung, baru kemudian menentukan langkah seperti one way nasional untuk arus balik,” pungkas Agus.
Dengan berakhirnya rekayasa one way nasional, Korlantas berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan lebih nyaman, aman, dan lancar—menjadikan momen pulang kampung tahun ini tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga pengalaman perjalanan yang tertib dan berkesan.