Selesaikan Kesalahpahaman Pascakebakaran, Parosil Tegaskan Damkar dan Masyarakat Punya Tujuan Sama
Jakarta -MEDIA ISTANA,LAMPUNG BARAT – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menunjukkan kepedulian dan pendekatan humanis dengan turun langsung menemui masyarakat serta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Pekon Way Nyerupa, Kecamatan Sukau, Senin (2/11/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keharuan. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Lampung Barat itu bertujuan meredam ketegangan sekaligus menyelesaikan kesalahpahaman yang sebelumnya terjadi saat proses penanganan kebakaran di wilayah tersebut.
Di hadapan masyarakat dan petugas Damkar, Parosil yang akrab disapa Pak Cik mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan sikap saling memahami, membuka ruang komunikasi, serta tidak memperpanjang persoalan yang telah terjadi.
Dengan pendekatan persuasif dan penuh empati, Parosil menegaskan bahwa peristiwa tersebut hendaknya tidak dijadikan alasan untuk saling menyalahkan. Sebab, baik masyarakat maupun petugas Damkar memiliki tujuan yang sama, yakni menyelamatkan jiwa, melindungi keselamatan warga, serta meminimalkan kerugian akibat kebakaran.
Menurutnya, dalam situasi darurat, kepanikan dan tekanan psikologis sering kali memengaruhi kondisi emosional seseorang. Hal tersebut dapat memicu kesalahpahaman, meskipun pada dasarnya semua pihak memiliki niat dan kepentingan yang sama.
“Petugas Damkar datang bukan untuk mencari masalah, tetapi menjalankan tugas kemanusiaan. Begitu juga masyarakat, tentu ingin rumah dan harta bendanya segera diselamatkan. Karena itu, mari kita saling memahami. Dengan kehadiran kami sore ini, saya berharap persoalan tersebut dianggap selesai,” ungkap Parosil.
Ia menekankan, kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bersama agar hubungan baik antara masyarakat dan petugas pelayanan publik tetap terjaga. Terlebih, petugas Damkar merupakan garda terdepan yang selalu diharapkan kehadirannya ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Parosil juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang kembali mengembuskan persoalan sehingga memperkeruh suasana. Menurutnya, membangun keharmonisan dan menjaga semangat gotong royong jauh lebih penting daripada mempertahankan perbedaan akibat kesalahpahaman.
Dalam kesempatan tersebut, Parosil turut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tidak menutup mata terhadap berbagai keterbatasan yang dihadapi jajaran Pemadam Kebakaran.
Ia mengakui bahwa sebagian armada pemadam kebakaran yang dimiliki saat ini sudah berusia cukup tua. Selain itu, jumlah personel yang bertugas juga masih terbatas sehingga membutuhkan dukungan dan pengertian dari seluruh lapisan masyarakat.
“Satu unit mobil pemadam kebakaran hanya diisi empat sampai lima orang petugas. Kita harus memahami bahwa mereka juga memiliki keterbatasan. Jangan sampai ketika mereka datang membantu, justru kita tidak memberikan ruang bagi mereka untuk bekerja,” pesannya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi perhatian bahwa peningkatan pelayanan penanggulangan kebakaran tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta kesadaran masyarakat dalam mendukung proses penanganan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung Barat turut memberikan santunan sebesar Rp8 juta kepada setiap korban kebakaran.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang mengalami kerugian akibat musibah kebakaran.
Bagi pemerintah daerah, kehadiran di tengah masyarakat yang tertimpa musibah bukan semata-mata untuk menyerahkan bantuan materi. Lebih dari itu, perhatian, dukungan moril, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat bangkit menghadapi kondisi sulit.
Parosil berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan mendesak para korban, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah daerah bersama lembaga terkait hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.
Selain menyelesaikan persoalan yang berkembang pascakejadian, Parosil juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Ia meminta warga membiasakan diri memeriksa kondisi instalasi listrik, peralatan elektronik, serta memastikan kompor dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang disampaikannya, hampir 90 persen kejadian kebakaran di Lampung Barat berkaitan dengan korsleting listrik. Meski demikian, faktor kelalaian manusia juga perlu menjadi perhatian bersama.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, Parosil meminta agar Satuan Tugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) di tingkat pekon maupun kecamatan kembali diaktifkan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas Damkar, terlebih dengan kondisi keterbatasan armada dan personel yang ada.
Ia berharap aparatur pekon, kecamatan, relawan, serta masyarakat dapat membangun koordinasi dan kesiapsiagaan sehingga penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.
Pertemuan di Pekon Way Nyerupa tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali hubungan emosional antara masyarakat dan petugas Damkar.
Di tengah musibah yang telah terjadi, Parosil mengajak seluruh pihak menjadikan kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baginya, musibah seharusnya menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, bukan justru melahirkan pertentangan dan saling menyalahkan.
“Mari kita saling memaafkan, saling memahami, dan kembali bergandengan tangan. Karena pada akhirnya, kita semua adalah keluarga yang harus saling membantu,” demikian pesan Parosil.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan persoalan yang sempat terjadi dapat diselesaikan secara baik-baik. Hubungan harmonis antara masyarakat, pemerintah daerah, dan petugas Damkar pun dapat kembali terjalin demi kepentingan bersama.
HAMDAN ❤️