Oleh: Dr. Djuanaidi Raupele, SE, M.Si.
Di tengah dinamika dan kompetisi dunia kerja yang semakin ketat, lahirlah kisah yang bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi tentang nilai, ketekunan, dan warisan integritas. Pada tanggal 12 Februari 2026, di Hotel Mulia, dalam ajang Awarding Karyawan BTN Terbaik/Berprestasi (Best Employee), sebuah nama terpatri sebagai simbol dedikasi dan kualitas: saudari Selvia Latuconsina
Meraih peringkat tiga besar dari 13.000 karyawan Bank Tabungan Negara se-Indonesia bukanlah capaian biasa. Ia adalah hasil dari perjalanan panjang yang ditempa oleh disiplin, kerja keras, konsistensi, serta keteguhan menjaga integritas dalam setiap amanah yang diemban. Prestasi ini bukan sekadar angka atau trofi, melainkan legitimasi atas kualitas sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing secara sehat dan profesional di tingkat nasional.
Namun lebih dari itu, capaian ini memiliki resonansi emosional yang mendalam, khususnya bagi masyarakat Maluku dan jejaring perantau yang pernah menempuh pendidikan di Surabaya. Ada jejak nilai dan keteladanan yang menyertai keberhasilan ini. Sosok ayahanda, Bapak Basri Latuconsina, dikenal luas atas dedikasi dan kontribusinya dalam membimbing serta mengayomi mahasiswa Maluku yang menimba ilmu di Jawa Timur. Peran tersebut bukan sekadar dukungan moral, tetapi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas generasi.
Keberhasilan Selvia Latuconsina hari ini seakan menjadi refleksi dari nilai-nilai yang tumbuh dalam keluarga: tentang pentingnya pendidikan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama. Ia menunjukkan bahwa latar belakang daerah bukanlah batas, melainkan fondasi. Bahwa identitas lokal dapat menjadi kekuatan moral untuk menembus panggung nasional.
Prestasi ini juga membawa pesan kuat bagi generasi muda Indonesia: ruang dan kesempatan akan menemukan mereka yang siap. Kerja keras yang disertai doa, disiplin yang dijaga dengan konsisten, serta komitmen pada nilai-nilai kebaikan akan selalu membuka jalan menuju pengakuan.
Sebagaimana pepatah bijak mengatakan, “Prestasi bukanlah kebetulan, melainkan pertemuan antara kerja keras, doa, disiplin, dan keteguhan menjaga nilai dalam setiap langkah.”
Editorial ini bukan hanya tentang apresiasi terhadap satu individu, melainkan tentang harapan kolektif. Harapan bahwa semakin banyak putra-putri Maluku dan Indonesia pada umumnya berani bermimpi besar, bekerja dengan hati, dan menjaga nama baik daerah serta bangsa di manapun berada.
Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari capaian-capaian berikutnya yang lebih gemilang. Dan semoga nilai-nilai pengabdian, integritas, serta keteladanan terus hidup, mengalir, dan memberi terang bagi generasi yang akan datang.