Mediaistana.com Bekasi – Cikarang – Jawa Barat Indonesia – Selasa 0 Januari 2026.
Di saat kepercayaan rakyat terhadap keberpihakan sistem terus diuji, Maung Garuda Nusantara (MGN) menyatakan sikap nasional yang tegas dan terbuka. Organisasi ini tidak memilih jalur aman, tidak pula bermain di ruang abu-abu. MGN berdiri terang: berpihak kepada rakyat dan setia menjaga kedaulatan NKRI.
Seruan nasional yang disampaikan Sekretaris Jenderal MGN, Robby Nabia,S.e. untuk mengajak seluruh jajaran MGN dan masyarakat Indonesia bergabung dalam perjuangan menjaga kedaulatan rakyat, kini diperkuat langsung oleh Ketua Umum MGN, Fadil Yakub. Keduanya menegaskan satu garis perjuangan yang sama: rakyat tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri menghadapi ketidakadilan.
“Kedaulatan rakyat adalah roh republik ini. Jika rakyat dilemahkan, diabaikan, atau dijauhkan dari hak-haknya, maka sesungguhnya negara sedang kehilangan arah,” tegas Sekjen MGN, Robby Nabia,S.e.
Ketua Umum MGN: Rakyat Harus Dikawal, Bukan Sekadar Dijanjikan
Ketua Umum Maung Garuda Nusantara, Fadil Yakub, menegaskan bahwa ajakan Sekjen MGN bukan sekadar konsolidasi organisasi, melainkan panggilan moral dan ideologis kepada seluruh elemen bangsa.
“Maung Garuda Nusantara tidak lahir untuk menjadi penonton kekuasaan. Kami lahir untuk mengawal rakyat. Kedaulatan rakyat bukan slogan politik, tetapi amanat konstitusi yang wajib dijaga dengan keberanian dan konsistensi,” ujar Fadil Yakub.
Menurutnya, terlalu sering rakyat hanya dijadikan objek kepentingan—dibutuhkan saat suara diperlukan, tetapi ditinggalkan saat keadilan harus ditegakkan. Dalam situasi seperti ini, ormas kebangsaan memiliki tanggung jawab sejarah untuk mengisi ruang kosong keberpihakan.
“MGN berdiri bukan untuk mencari kenyamanan, tetapi untuk memastikan rakyat tidak sendirian menghadapi ketimpangan, ketidakadilan, dan penyalahgunaan kewenangan,” tandas Fadil Yakub.
Satu Garis Komando: Berpihak pada Rakyat, Setia pada NKRI
Tajuk rencana ini mencatat bahwa kesatuan sikap antara Sekjen dan Ketua Umum MGN menunjukkan arah organisasi yang jelas dan terstruktur. Robby Nabia,S.e. menyerukan konsolidasi dan pergerakan, sementara Fadil Yakub menegaskan garis ideologis dan keberpihakan.
“Kami mengajak seluruh kader MGN dari pusat hingga daerah untuk merapatkan barisan. Tidak ada ruang untuk ragu. MGN harus hadir sebagai kekuatan rakyat yang bermartabat,” kata Robby Nabia,S.e.
Fadil Yakub menambahkan, MGN menolak keras segala bentuk radikalisme, adu domba, dan politik pecah belah, namun juga menolak sikap diam terhadap ketidakadilan yang menimpa rakyat.
“Diam terhadap ketidakadilan adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Maung Garuda Nusantara tidak akan mengambil sikap itu,” tegasnya.
Pemuda Dipanggil, Rakyat Dilindungi
Baik Robby Nabia,S.e. maupun Fadil Yakub sepakat bahwa generasi muda harus menjadi motor utama perjuangan kebangsaan.
Di tengah derasnya arus disinformasi dan pragmatisme, pemuda harus kembali menemukan rumah ideologisnya—organisasi yang mengajarkan keberanian, etika, dan pengabdian.
“Kami memanggil anak-anak muda Indonesia untuk bergabung, belajar, dan berjuang bersama. Ini bukan soal jabatan, ini soal tanggung jawab sejarah,” ujar Robby Nabia,S.e.
Fadil Yakub mempertegas:
“MGN adalah rumah pengabdian. Siapa pun yang mencintai rakyat dan setia pada NKRI, kami persilakan bergabung. Perjuangan ini membutuhkan nyali, bukan sekadar simbol,” katanya.
Kedaulatan Rakyat adalah Harga Mati
Tajuk rencana ini menegaskan: kedaulatan rakyat adalah harga mati. Ia tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan sempit, tidak boleh dikalahkan oleh kekuasaan yang abai, dan tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus bangsa.
Dengan pernyataan sejalan antara Sekjen Robby Nabia,S.e. dan Ketua Umum Fadil Yakub, Maung Garuda Nusantara menegaskan diri sebagai kekuatan sosial kebangsaan yang siap mengawal rakyat, menjaga persatuan, dan mempertahankan NKRI.
Bersama Maung Garuda Nusantara, rakyat tidak berdiri sendiri. Kedaulatan dijaga, keadilan dikawal, Indonesia dipertahankan.
Mediaistana com
Penulis: David
