Mediaistana.com – Selasa 3 Maret 2036 – Bekasi Jawa Barat – Polemik mengenai dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan siaran langsung (live) di media sosial saat jam kerja kian menjadi perhatian publik. Di tengah tuntutan pelayanan yang profesional dan responsif, perilaku tersebut dinilai berpotensi mencederai etika kedinasan serta menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.
Ketua MGN, Fadil Yakub, secara tegas menyampaikan keprihatinannya atas fenomena tersebut. Ia menilai, ASN sebagai pelayan masyarakat tidak selayaknya terlihat bersenang-senang di media sosial pada saat jam dinas aktif.
“ASN digaji dari anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat. Maka sudah seharusnya waktu kerja digunakan sepenuhnya untuk melayani masyarakat, bukan untuk aktivitas hiburan pribadi. Jangan sampai rakyat menilai seakan-akan ada yang makan gaji buta,” tegas Fadil dalam pernyataannya.
Tanggung Jawab Moral dan Administratif
Sebagai abdi negara, ASN terikat pada aturan disiplin, etika profesi, dan kewajiban menjalankan tugas pokok dan fungsi secara optimal. Pemanfaatan media sosial memang menjadi bagian dari era digitalisasi, namun tetap harus berada dalam koridor profesionalisme dan tidak mengganggu pelayanan publik.
Fadil menambahkan bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital tidak boleh mengabaikan tanggung jawab utama sebagai pelayan masyarakat. Ia mendorong adanya pengawasan internal yang lebih ketat di setiap instansi, guna memastikan tidak terjadi pelanggaran disiplin.
Harapan Ketegasan Pemerintah
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, sebelumnya juga menekankan pentingnya disiplin dan integritas ASN di seluruh Indonesia. Dalam konteks ini, publik berharap adanya langkah tegas dan proporsional apabila terbukti terjadi pelanggaran jam kerja atau pengabaian tugas.
Menurut Fadil, sanksi administratif sesuai regulasi kepegawaian perlu ditegakkan apabila dugaan tersebut terbukti. Namun ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar ASN memahami batasan etika bermedia sosial.
“Ini bukan sekadar soal media sosial, ini soal marwah institusi dan amanah rakyat. ASN harus menunjukkan kinerja nyata, dedikasi, dan tanggung jawab penuh,” ujarnya.
Menjaga Kepercayaan Rakyat
Kepercayaan publik terhadap pemerintah bertumpu pada pelayanan yang berkualitas dan disiplin aparatur. Ketika ASN mampu menunjukkan etos kerja tinggi, maka legitimasi dan wibawa institusi akan semakin kuat.
Sebaliknya, perilaku yang dianggap tidak profesional dapat memperbesar jarak antara pemerintah dan masyarakat.
Fenomena ini menjadi momentum evaluasi bersama bahwa setiap aparatur negara memikul tanggung jawab besar atas setiap tindakan, baik di ruang nyata maupun digital.
MGN bersama elemen masyarakat lainnya mendorong agar ASN di seluruh Indonesia tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan komitmen pelayanan. Pajak yang dibayarkan rakyat adalah amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar kehadiran formal tanpa kinerja.
Disiplin dan dedikasi adalah fondasi kuat bagi terwujudnya pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Mediaistana.com
David E SE