Mediaistana.com || Sukabumi, Jabar
Rencana pelaksanaan Karnaval Binokasih 2026 yang akan digelar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada awal Mei mendatang menjadi perhatian publik. Salah satu hal yang disorot adalah tidak masuknya wilayah Sukabumi dalam rute kegiatan tersebut.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Karnaval Binokasih diketahui merupakan agenda budaya yang berangkat dari nilai-nilai sejarah Sunda, khususnya yang berpusat di kawasan Sumedang. Nama “Binokasih” sendiri merujuk pada mahkota legendaris Prabu Geusan Ulun, yang menjadi simbol penting dalam sejarah kerajaan Sunda di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa jalur karnaval dirancang mengikuti wilayah-wilayah yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah Binokasih. Oleh karena itu, rute kegiatan difokuskan pada daerah-daerah yang secara historis menjadi bagian dari jejak perjalanan dan pengaruh budaya tersebut.
Sementara itu, wilayah Sukabumi dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah Binokasih. Hal inilah yang menjadi dasar utama tidak dimasukkannya Sukabumi dalam rute Karnaval Binokasih 2026.
Meski demikian, pemerintah tetap mendorong seluruh daerah di Jawa Barat untuk terus mengembangkan potensi budaya dan sejarah masing-masing. Karnaval Binokasih sendiri diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus promosi budaya Sunda kepada masyarakat luas.
Agenda ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat kembali nilai-nilai sejarah lokal, sekaligus memperkuat identitas kearifan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.