Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.
Kehadiran Undang-Undang Pers di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, menjadi fondasi penting bagi kebebasan pers sekaligus tanggung jawab jurnalistik. Kebebasan yang diberikan bukan berarti tanpa batas, melainkan harus diimbangi dengan profesionalisme dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Salah satu prinsip dasar dalam jurnalistik adalah menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan. Di sinilah pentingnya memahami teknik penulisan berita yang baik, salah satunya melalui pendekatan 5W + 1H. Prinsip ini membantu wartawan memastikan bahwa informasi yang disampaikan lengkap dan mudah dipahami.
Apa itu 5W + 1H?
Konsep ini mencakup enam unsur utama dalam berita:
What (Apa) → Peristiwa apa yang terjadi
Who (Siapa) → Siapa yang terlibat
When (Kapan) → Kapan terjadi
Where (Di mana) → Lokasi kejadian
Why (Mengapa) → Alasan atau penyebab
How (Bagaimana) → Bagaimana peristiwa itu terjadi
Dengan memenuhi keenam unsur ini, berita menjadi lebih jelas, runtut, dan informatif.
Cara Menulis Berita yang Baik
1. Gunakan fakta, bukan opini pribadi
2. Susun dari yang paling penting (piramida terbalik)
3. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas
4. Cek kebenaran informasi (verifikasi)
5. Berimbang (cover both sides)
Contoh Penulisan Berita (5W + 1H)
Judul:
Banjir Rendam Permukiman Warga di Desa Namlea
Isi Berita:
Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam menyebabkan banjir merendam permukiman warga di kawasan Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, pada Kamis, (2/4/2026).
Banjir setinggi 50 cm tersebut menggenangi puluhan rumah warga dan memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Menurut Kepala BPBD setempat, penyebab banjir adalah tingginya curah hujan serta saluran drainase yang tersumbat.
Petugas gabungan saat ini masih berupaya mengevakuasi warga dan membersihkan material yang menghambat aliran air.
Analisis 5W + 1H dari contoh
What: Banjir merendam permukiman
Who: Warga Desa Namlea dan petugas BPBD
When: Selasa malam hingga Kamis, 2 April 2026
Where: Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru
Why: Hujan deras dan drainase tersumbat
How: Air meluap hingga menggenangi rumah
Penutup Editorial
Pers yang kuat bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga soal kualitas. Dengan memahami UU Pers dan menerapkan teknik 5W + 1H, jurnalis dapat menghasilkan berita yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipercaya. Di tengah arus informasi yang deras, masyarakat membutuhkan media yang menjadi sumber kebenaran—bukan sekadar sensasi.