Garut, Mediaistana,com- Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Bagendit, sosialisasikan program B2SA, dan hasil produk olahan B2SA kripik kulit singkong, bertempat di Aula Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Selasa (30/12/ 2025).

“Dasar Hukum program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman)”
Menurut Ketua TP PKK Desa Bagendit Ny. Rita Hasanah, Program B2SA merupakan keanekaragaman konsumsi makanan yang bergizi seimbang, dan aman, sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
“Produk B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) memiliki konsep pola makan sehat, untuk mendorong konsumsi berbagai jenis pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi lengkap, baik makro (karbohidrat, protein, lemak) menyediakan energi utama seperti nasi, daging, dan alpukat,” ujarnya.
Sementara makanan mikro (vitamin, mineral) adalah jenis buah, sayur, dan susu untuk fungsi tubuh vital, dengan contohnya jeruk (Vit C), wortel (beta-karoten), susu (kalsium), dan bayam (magnesium). Keduanya penting dan saling melengkapi, misalnya lemak membantu penyerapan vitamin larut lemak (A,D,E,K).

“Tujuan Sosialisasi Program B2SA”
Lanjut Ketua TP PKK Desa Bagendit, adanya sosialisasi B2SA ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat agar lebih sehat, mencegah masalah gizi seperti stunting, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta membentuk pola makan sehat yang berkelanjutan dengan memanfaatkan pangan lokal.
“Hasil Olahan Pruduk B2SA Desa Bagendit”
“Hasil produk olahan B2SA, makanan kueh bergizi tanpa pengawet, serta makanan ringan salah satunya kripik kulit singkong, karena kulit singkong memiliki kandungan gizi syarat kasar kandungan tertinggi bermanfaat untuk pencernaan, membantu mengontrol kadar gula darah, menurunkan kolesterol, mencegah kanker, dan memiliki protein lemak kalsium baik untuk kesehatan tulang dan gigi,” tuturnya.

“Dukungan Kepala Desa Bagendit Terhadap Program B2SA”
Ditempat yang sama, Kepala Desa Bagendit Endang Omardani, S.E menjelaskan, dalam mendukung program B2SA Pemerintah Desa melibatkan semua unsur baik PKK, Puskesmas Bagendit bidang gizi, kader posyandu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta pengurus Rw.
“Beberapa kegiatan yang sifatnya tematik ini, bukan hanya pengembangan pengolahan makan, ada juga kebun B2SA, yang sudah memberikan manfaat dari hasil panen sayuran, dan panen ayam petelur, ujarnya.

Lanjut kepala Desa Bagendit, hasil dari program B2SA ini, sebagai salah satu pilot project untuk menstimulan warga masyarakat untuk bisa diberdayakan dalam hal pemanfaatan pekarangan halaman rumah, ternak dan kegiatan pertanian.

“Kegiatan sosialisasi selama dua hari ini, merupakan kewajiban menyampaikan program B2SA, serta hasil produk unggulan Desa Bagendit yang sifatnya variasi sesuai dengan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber kelembagaan yang bisa mendorong agar menjadi kegiatan yang bisa menciptakan iklim ekonomi atau iklim usaha,” tuturnya.

“Kolaborasi Desa Bagendit dan DKP Kabupaten Garut”
Harapan kedepannya, hasil kegiatan usaha ini, nantinya akan berkolaborasi dengan BUMDes Desa Bagendit, Koprasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, sebagai program berkelanjutan dalam upaya pengembangan hasil produk unggulan yang dihasilkan dari program B2SA, pungkasnya.
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)