27.8 C
Jakarta
BerandaBeritaTradisi Methil Mbok Sri Warnai Awal Panen di dsn.Sumbersuko Mejayan, Warga Gelar...

Tradisi Methil Mbok Sri Warnai Awal Panen di dsn.Sumbersuko Mejayan, Warga Gelar Rokat sebagai Wujud Syukur

Madiun, media istana,com
—Di tengah hamparan padi yang mulai menguning sebagai tanda awal musim panen, warga Dusun Sumbersuko, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, kembali menggelar tradisi adat Methil Mbok Sri, Minggu (13/4/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Tani Dewi Sri bersama masyarakat setempat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Sejak pukul 08.00 WIB, prosesi adat dimulai di sebuah gubuk kecil yang berada di tengah area persawahan. Para petani dan tokoh masyarakat tampak duduk melingkar di atas tikar yang digelar di pematang sawah,

dengan sesaji utama berupa satu nasi buceng serta berok’an sederhana. Sajian tersebut dilengkapi lauk-pauk khas Jawa seperti urap-urap, lalapan, telur rebus, ikan teri, tahu-tempe,sayur tewel serta satu ingkung ayam panggang utuh.

Menurut para sesepuh, nasi buceng dalam tradisi Jawa memiliki makna simbolik sebagai wujud doa dan harapan. Sementara Methil berarti memetik atau menandai dimulainya panen, dan Mbok Sri merujuk pada Dewi Sri, sosok yang diyakini sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran dalam kehidupan agraris masyarakat Jawa.

Ritual ini menjadi bentuk penghormatan kepada Dewi Sri sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan para petani selama masa tanam, mulai dari terhindarnya serangan hama hingga hasil panen yang melimpah.

Selain Methil Mbok Sri, masyarakat juga melaksanakan prosesi Rokat sebagai bentuk doa bersama untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu sektor pertanian. Doa dipimpin oleh tokoh agama setempat, Ustadz Muhammad Sajali.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Sajali menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. “Hasil bumi bukan semata buah kerja keras manusia, tetapi juga rahmat Allah SWT melalui alam yang harus kita syukuri dan di jaga,” ujarnya di hadapan warga.

Kepala Dusun Sumbersuko, Dodik Satrio Nugroho, turut memberikan apresiasi atas kekompakan warga dalam melestarikan tradisi leluhur

yang sarat nilai kearifan lokal tersebut. Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Dewi Sri, Susanto, bersama bendahara kelompok, Priyanto, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kembali kegiatan adat ini.

“Alhamdulillah bisa dilaksanakan lagi. Terima kasih kepada semua pihak. Semoga hasil panen tahun ini lebih baik dan generasi muda tetap menjaga tradisi ini,” ujar Priyanto.

Usai seluruh rangkaian prosesi adat selesai, warga kemudian berkumpul menikmati tumpeng bersama di tengah sawah. Suasana hangat penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, diiringi canda tawa para petani dan warga yang hadir.

Tradisi Methil Mbok Sri dan Rokat tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat desa. Melalui ritual ini, nilai gotong royong, kepedulian sosial, serta kearifan lokal terus diwariskan kepada generasi muda.

Di tengah arus modernisasi, warga Dusun Sumbersuko menunjukkan komitmen kuat untuk terus menjaga tradisi agraris tersebut sebagai bagian dari identitas budaya yang patut dilestarikan.(Tukiyo)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!