Tuduh Puluhan Wartawan Pelalawan Terima Uang Mafia BBM

MEDIAISTANA. COM Pangkalan Kerinci||– Opini publik di Kabupaten Pelalawan dihebohkan oleh maraknya pemberitaan yang menyudutkan puluhan wartawan lokal. Para jurnalis dituduh menerima aliran dana dari mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Namun, investigasi terbaru mengungkap bahwa tudingan tersebut diduga sengaja diembuskan oleh oknum berinisial SHL lantaran permintaan uang puluhan juta rupiah tidak dipenuhi oleh narasumber.

Berdasarkan penelusuran tim media, kegaduhan ini bermula dari maraknya pemberitaan mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Pelalawan. Isu tersebut kemudian bergeser secara masif menjadi serangan terhadap profesi jurnalis dengan narasi bahwa puluhan oknum wartawan menerima uang koordinasi dari bos mafia BBM.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber tepercaya menyebutkan bahwa serangan media yang dilakukan oleh SHL diduga dipicu oleh kekecewaan. Permintaan uang sebesar Rp37.400.000 kepada pihak tertentu terkait isu BBM tersebut tidak diakomodasi.

“Tuduhan yang disebarkan oleh SHL di berbagai media sama sekali tidak berdasar dan tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Para jurnalis resmi yang bertugas di Pelalawan sama sekali tidak merasa terganggu dengan pemberitaan penyalahgunaan BBM, namun kami keberatan dengan fitnah keji yang menyerang profesi kami,” ujar Richard simanjuntak, wartawan Sekoci 24.Co dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Richard menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya memberikan ruang klarifikasi dan hak jawab yang berimbang kepada SHL. Dalam proses konfirmasi tersebut, SHL justru melayangkan enam pertanyaan yang menuduh Richard mencatut nama wartawan lain demi keuntungan pribadi dari mafia BBM.

“Semua pertanyaan sudah saya jawab dengan jujur. Saya menegaskan tidak pernah mencatut nama siapa pun atau menjual profesi jurnalis ke mafia BBM. Narasi yang dibangun SHL di berbagai media jelas merupakan pembunuhan karakter yang sengaja menyudutkan profesi wartawan di Pelalawan,” tegas Richard.

Saat dimintai konfirmasi mengenai rekam jejaknya—termasuk informasi mengenai statusnya yang diduga pernah menjadi narapidana dalam kasus hukum pemerasan sebelumnya—SHL memilih untuk bungkam dan tidak memberikan jawaban. Sikap ini berbanding terbalik dengan narasi publiknya yang mengklaim menolak segala bentuk pemberian dari narasumber.

Komunitas wartawan di Pelalawan mengimbau masyarakat dan semua pihak terkait untuk lebih jeli serta kritis dalam melihat rekam jejak oknum yang mengaku sebagai wartawan tersebut, agar tidak terjebak oleh opini yang sengaja digiring demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

By (Dariter Ritonga) Tim

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!