Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, masyarakat Kobi Sadar di Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah, menorehkan sebuah momentum reflektif yang sarat makna. Pada Kamis, 26 Maret 2026, mereka menggelar syukuran memperingati satu tahun perjalanan pemerintahan di Maluku—sebuah perayaan sederhana namun kaya nilai kebersamaan, harapan, dan doa untuk masa depan yang lebih baik.
Kehadiran Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menjadi simbol kuat kedekatan antara pemerintah dan rakyat. Undangan yang datang langsung dari masyarakat Kobi Sadar bukan sekadar formalitas, melainkan wujud penghargaan sekaligus harapan agar kepemimpinan yang ada terus berpijak pada aspirasi masyarakat akar rumput.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai elemen penting lainnya yang menjadi penjaga nilai dan kearifan lokal. Kehadiran mereka mempertegas bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga tentang merawat harmoni sosial dan identitas budaya.
Syukuran ini mencerminkan rasa syukur atas perjalanan satu tahun pemerintahan yang telah dilalui, sekaligus menjadi ruang refleksi bersama: sejauh mana harapan telah terjawab, dan ke mana langkah ke depan akan diarahkan. Dalam nuansa kekeluargaan, tersirat pesan bahwa pembangunan Maluku membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat.
Lebih dari sekadar seremoni, pertemuan ini adalah pengingat bahwa kekuatan sejati Maluku terletak pada persatuan dan gotong royong. Dari Kobi Sadar, gema harapan itu mengalun—bahwa perjalanan pemerintahan ke depan akan semakin berpihak pada kesejahteraan rakyat, tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya yang telah mengakar kuat.
Di tengah kesederhanaan acara, tersimpan optimisme besar: bahwa Maluku akan terus melangkah maju, dengan masyarakat sebagai fondasi utama dan pemimpin sebagai pengarah yang bijaksana.
Reporter (Ahmad.)