27.2 C
Jakarta
BerandaBertaWarga Maratua Kaget, Musrembang dilaksanakan di Tanjung Redeb

Warga Maratua Kaget, Musrembang dilaksanakan di Tanjung Redeb

Media Istana, Tanjung Redeb Berau

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua yang semestinya menjadi ruang strategis bagi masyarakat pulau terluar justru dilaksanakan di Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau.

Keputusan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan warga, terutama terkait makna kehadiran negara dan akses partisipasi masyarakat pesisir dalam proses perencanaan pembangunan.

Ironisnya,pelaku UMKM Maratua berharap musrenbang dapat di adakan di maratua seperti tahun tahun kemarin 

Walau aktivitas warga berjalan sebagaimana lazimnya,namun  menjelang agenda pemerintahan, termasuk kesiapan pelaku usaha kecil yang terbiasa menyambut momentum keramaian kegiatan resmi.

Namun realitas berubah ketika diketahui bahwa forum musyawarah justru dipusatkan di wilayah daratan.Secara normatif, Musrenbang kecamatan dimaksudkan sebagai forum partisipatif yang menghadirkan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan di wilayah yang dibahas.

Ketika pelaksanaannya dipindahkan jauh dari kecamatan bersangkutan, muncul jarak antara kebijakan dan warga yang terdampak langsung oleh hasil perencanaan tersebut.

Warga Maratua menilai, persoalan ini tidak dapat dipersempit sebagai soal teknis lokasi semata.

Ada dimensi keadilan demokrasi yang ikut dipertaruhkan, terutama bagi masyarakat pulau terluar yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi, biaya, dan waktu untuk terlibat langsung dalam agenda pemerintahan.

“Musrenbang itu bukan sekadar rapat. Itu simbol bahwa negara hadir dan mendengar. Kalau ruang musyawarahnya saja jauh dari kami, rasa memiliki terhadap hasilnya juga ikut menjauh,” ungkap tokoh masyarakat 

Sorotan juga diarahkan pada peran wakil rakyat daerah pemilihan pesisir. Sebagai representasi politik masyarakat pulau, keberadaan mereka dalam memastikan Musrenbang berjalan inklusif dinilai menjadi bagian penting dari tanggung jawab demokrasi.

Warga berharap fungsi representasi tidak berhenti pada agenda formal, tetapi hadir dalam memperjuangkan akses partisipasi yang setara bagi konstituen di wilayah terluar.

Dalam konteks ini, Musrenbang dipandang bukan hanya sebagai kewajiban administratif pemerintah daerah, melainkan ruang etis untuk mengembalikan semangat perencanaan pembangunan yang berangkat dari realitas lapangan. Ketika mekanisme partisipasi terasa semakin jauh, maka kepercayaan publik berisiko ikut terkikis.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekretariat pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Maratua digelar di Tanjung Redeb.

Aroel mandang

 

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!