22.4 C
Jakarta
BerandaBertaWASPADA BANJIR! KETUM (MGN)INGATKAN MASYARAKAT BEKASI–CIKARANG HADAPI CUACA EKSTREM AWAL TAHUN

WASPADA BANJIR! KETUM (MGN)INGATKAN MASYARAKAT BEKASI–CIKARANG HADAPI CUACA EKSTREM AWAL TAHUN

Mediaistana.com – Senin 19 Januari 2026 – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bekasi dan Cikarang di awal tahun kembali menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat. Curah hujan tinggi yang berlangsung berjam-jam, disertai angin kencang, telah meningkatkan potensi banjir, genangan luas, pohon tumbang, hingga terganggunya aktivitas warga di kawasan padat penduduk dan industri.
Ketua Umum Maung Garuda Nusantara (MGN), Fadil Yakub, secara tegas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap kondisi cuaca saat ini sebagai hal biasa.
“Saya menghimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat Bekasi dan Cikarang untuk waspada terhadap potensi banjir dan dampak cuaca ekstrem di awal tahun ini. Keselamatan warga adalah yang utama, jangan lengah dan jangan meremehkan tanda-tanda alam,” tegas Fadil Yakub dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, banjir bukan hanya persoalan hujan, tetapi juga akumulasi dari persoalan lama yang belum diselesaikan secara serius, mulai dari buruknya sistem drainase, penyempitan saluran air, hingga lemahnya pengawasan lingkungan.
“Setiap hujan deras, rakyat kembali jadi korban. Ini tidak boleh terus berulang. Warga sudah cukup menderita, jangan sampai cuaca ekstrem berubah menjadi bencana sosial akibat kelalaian dan pembiaran,” lanjutnya.
Fadil Yakub juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan potensi bahaya di lingkungan masing-masing, seperti saluran air tersumbat, tanggul rawan jebol, hingga pohon besar yang berisiko tumbang, kepada RT/RW, kelurahan, dan instansi terkait.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa imbauan kepada masyarakat harus dibarengi dengan tanggung jawab penuh dari pemerintah daerah dan seluruh perangkatnya.
“RT, RW, lurah, camat, hingga dinas teknis harus turun langsung ke lapangan. Jangan menunggu banjir besar baru bergerak. Dalam situasi cuaca ekstrem, keterlambatan adalah bentuk kelalaian,” kata Fadil Yakub.
Redaksi menilai, peringatan ini adalah alarm keras bagi semua pihak. Bekasi dan Cikarang merupakan kawasan padat penduduk dengan aktivitas ekonomi tinggi. Ketidaksiapan menghadapi cuaca ekstrem bukan hanya mengancam rumah warga, tetapi juga keselamatan pekerja, anak-anak sekolah, dan kelangsungan aktivitas publik.
Pembersihan drainase, normalisasi saluran air, kesiapan pompa, hingga posko darurat di titik rawan banjir harus menjadi langkah nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas. Negara dan pemerintah daerah dituntut hadir sebelum bencana terjadi, bukan setelah korban berjatuhan.
Tajuk ini menegaskan: cuaca ekstrem adalah peringatan alam, dan banjir bukan takdir. Jika terus diabaikan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kerugian materi, melainkan keselamatan dan nyawa masyarakat Bekasi dan Cikarang.
Mediaistana.com
Penulis. Mahdani Lubis

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!