.Mediaistana.com- Senin 8 Desember 2025 – Pangandaran — Lonjakan harga cabai dalam beberapa hari terakhir membuat banyak masyarakat di Kabupaten Pangandaran mengeluhkan beratnya biaya kebutuhan dapur. Kenaikan harga ini terjadi hampir di seluruh pasar tradisional dan warung-warung kecil, sehingga berdampak langsung pada konsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, harga cabai rawit, cabai merah besar, hingga cabai keriting mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebagian pedagang menyebutkan bahwa harga cabai rawit yang sebelumnya berada pada kisaran normal kini naik tajam, bahkan mencapai titik tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Para pedagang mengungkapkan bahwa penyebab kenaikan harga disinyalir akibat menurunnya pasokan dari petani. Hal ini dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga membuat hasil panen menurun. Di beberapa daerah penghasil, petani juga mengalami gagal panen akibat serangan hama dan curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa minggu terakhir.
Dampak kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Banyak warga mengaku harus mengurangi pemakaian cabai dalam masakan harian karena harga yang dianggap tidak wajar. Para pelaku usaha kuliner seperti pedagang nasi, warung makan, dan penjual sambal juga terpaksa menyesuaikan takaran demi menjaga kestabilan biaya operasional.
“Sekarang harga cabai benar-benar mahal. Setiap kali belanja, biaya jadi membengkak. Kami berharap ada tindakan dari pemerintah,” ujar salah seorang warga saat ditemui di pasar.
Sementara itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait diminta segera melakukan langkah-langkah konkret, termasuk melakukan pengecekan terhadap rantai distribusi, memonitor stok di tingkat pedagang besar, serta berkoordinasi dengan daerah penghasil cabai untuk memastikan kelancaran pasokan. Upaya stabilisasi harga diharapkan dapat segera dilakukan agar lonjakan tidak berlangsung lama dan tidak menambah beban masyarakat menjelang akhir tahun.
Masyarakat berharap pemerintah turut mengawasi kemungkinan adanya permainan harga oleh oknum di lapangan. Transparansi pasokan dan distribusi dinilai penting agar harga cabai kembali stabil dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.