Tokoh adat Petuanan Kaiely, Onyong Wael, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada PT Harmoni Alam Manise (HAM) atas pembangunan jalan penghubung dari Kaiely ke Anhoni sepanjang hampir 15 kilometer. Jalan yang dibangun dengan dana pribadi perusahaan ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat, yang selama 26 tahun sejak pemekaran kabupaten, belum pernah tersentuh aspal.
Dalam pernyataannya, Onyong Wael menyampaikan bahwa perhatian dan kepedulian PT Harmoni Alam Manise bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga membuka pintu kesempatan bagi masyarakat pesisir Kecamatan Kaiely dan Batabual untuk lebih mudah mengakses ibu kota Kabupaten Buru. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Harmoni Alam Manise. Jalan ini bukan hanya memudahkan aktifitas sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol harapan dan kemajuan bagi masyarakat kami,” ujar Onyong, Kamis, (15/1)
Perwakilan PT Harmoni Alam Manise, menegaskan bahwa pembangunan jalan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat pesisir dapat mengakses layanan publik, pendidikan, dan ekonomi dengan lebih mudah. Jalan sepanjang 15 kilometer ini diharapkan menjadi penghubung yang membawa perubahan nyata, sekaligus membuka keterisolasian wilayah Kaiely dan Batabual,” ujarnya.
Pembangunan jalan Kaiely–Anhoni menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian sosial dan tanggung jawab perusahaan dapat bersinergi dengan kebutuhan masyarakat. Masyarakat kini bisa merasakan manfaat langsung dari jalan yang telah lama dinanti, membuka peluang ekonomi, sosial, dan budaya yang lebih luas, serta mempererat keterhubungan antarwilayah.
Dengan semangat kebersamaan, Onyong Wael menekankan pentingnya menjaga dan merawat jalan ini agar dapat terus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas. Jalan yang dulunya hanya menjadi mimpi kini telah menjadi kenyataan, berkat kepedulian PT Harmoni Alam Manise yang tulus.(AS)