CILACAP–Mediaistana.com – Suasana siang yang tenang di kawasan Pasar Sampang, Cilacap, seketika berubah mencekam pada Jumat (16/01/2026).
Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan dua rekan sejawat pecah di tengah hiruk-pikuk pasar, meninggalkan luka mendalam baik secara fisik maupun sosial.
Peristiwa naas ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB, dipicu oleh sengketa pengelolaan uang parkir antara dua juru parkir yang telah lama saling mengenal, yakni saudara A dan S.
Berdasarkan keterangan di lapangan, perselisihan memuncak saat S diduga merampas hak pendapatan milik A secara sepihak.
Meski sempat dilerai oleh para pedagang sekitar, termasuk seorang penjual es campur yang berusaha meredam situasi, api amarah rupanya belum sepenuhnya padam.
Saat korban (A) hendak melangkah pulang menuju kediamannya, pelaku (S) justru melakukan serangan mendadak dari arah belakang di depan Gang Dulang Mas.
Serangan senjata tajam tersebut mengakibatkan korban menderita luka serius di bagian kepala dan tangan.
Ironi menyelimuti tragedi ini, melalui unggahan di media sosial pribadinya pasca-kejadian, korban mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam.
Keduanya diketahui bukan sekadar rekan kerja, melainkan sahabat lama yang telah melalui berbagai fase kehidupan bersama—mulai dari masa lajang, membina rumah tangga, hingga mengalami perceraian di waktu yang hampir bersamaan.
”Saya hanya meminta jawaban dan pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan,” tulis A dalam unggahannya, menggambarkan sebuah pengkhianatan dari seseorang yang selama ini dianggap sebagai saudara seperjuangan.
Jika menilik dari sisi ekonomi, nilai yang diperebutkan sungguh tidak sebanding dengan nyawa atau kebebasan.
Dengan tarif parkir yang berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000, pendapatan harian seorang juru parkir di lokasi strategis tersebut sejatinya cukup signifikan.
Namun, ketika logika dikalahkan oleh emosi sesaat, lembaran rupiah yang tidak seberapa itu justru berubah menjadi pemicu pertumpahan darah.
Kini, korban tengah menjalani perawatan medis. Sementara itu, pihak kepolisian setempat dikabarkan telah bergerak melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan proses hukum berjalan seadil-adilnya bagi kedua belah pihak.
Kasus ini menjadi refleksi kelam bagi masyarakat tentang betapa pentingnya mengelola kontrol diri, karena seringkali, amarah yang tak terkendali menghancurkan apa yang telah dibangun selama bertahun-tahun dalam hitungan detik.