25.6 C
Jakarta
BerandaInfoAmir Marufkhan (RAJA ANGKASA): 2026 Wajib Ganti Bupati — Rakyat Sudah Terlalu...

Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA): 2026 Wajib Ganti Bupati — Rakyat Sudah Terlalu Lama Tertindas

Banyuwangi,27-1-2025

Aktivis dan tokoh masyarakat Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA) melontarkan kritik keras dan terbuka terhadap kepemimpinan bupati saat ini yang dinilai gagal total dalam menjawab persoalan nyata rakyat. Menurutnya, kegagalan tersebut bukan lagi wacana politik, melainkan fakta sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Amir menegaskan bahwa berbagai persoalan mendasar — mulai dari buruknya pelayanan publik, melemahnya ekonomi rakyat kecil, hingga kebijakan yang tidak berpihak — menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah kehilangan arah, kepekaan, dan tanggung jawab moral.
“Kalau rakyat terus menjerit, pelayanan tetap lambat, ekonomi makin tercekik, dan pemerintah daerah hanya sibuk pencitraan, maka itu satu kesimpulan: kepemimpinan ini gagal. Tidak ada alasan untuk dipertahankan. 2026 harus ganti bupati,” tegas Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA).

Ia menilai kepala daerah saat ini lebih fokus mempertahankan kekuasaan daripada menyelesaikan masalah rakyat. Janji-janji pembangunan yang disampaikan berulang kali tidak pernah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di bawah, sementara kritik publik justru kerap diabaikan.
Menurut Amir, kegagalan ini bukan sekadar kegagalan administratif, tetapi sudah masuk pada kegagalan kepemimpinan secara menyeluruh — gagal membaca kondisi rakyat, gagal mengambil kebijakan berani, dan gagal menghadirkan keadilan sosial.

“Jabatan bupati itu amanah, bukan warisan. Kalau amanah itu tidak dijalankan, maka rakyat berhak dan wajib mengambil kembali mandatnya. Demokrasi tidak boleh melindungi kegagalan,” lanjutnya.
Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA) juga mengingatkan bahwa mempertahankan pemimpin yang terbukti tidak bekerja hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada masyarakat, aktivis, dan seluruh elemen sipil untuk bersatu mendorong perubahan kepemimpinan melalui mekanisme demokrasi yang sah.

“2026 harus menjadi titik balik, bukan pengulangan kegagalan. Rakyat tidak butuh pemimpin yang pandai bicara — rakyat butuh pemimpin yang berpihak dan bekerja,” pungkasnya.
Rilisan ini merupakan peringatan keras bahwa kesabaran rakyat ada batasnya, dan kegagalan kepemimpinan daerah tidak boleh lagi ditoleransi.


Narasumber:
Amir Mahrufkhan (RAJA ANGKASA)
Aktivis & Tokoh

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!