Akses jalan menuju Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tersebut kembali disoroti Anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Perindo, Yohanes Nurlatu.
Yohanes menegaskan bahwa hingga saat ini belum tersedia akses jalan aspal sama sekali dari Kecamatan Teluk Kaiely menuju Kecamatan Batabual. Akibatnya, masyarakat setempat harus menghadapi berbagai kesulitan, baik dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.
“Kecamatan Batabual sampai sekarang belum memiliki akses jalan aspal dari Teluk Kaiely. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun provinsi,” ujar Yohanes, Kamis, (12/2/2026)
Menurutnya, keterisolasian wilayah tersebut memaksa sebagian warga mengandalkan jalur laut sebagai akses utama transportasi. Padahal, jalur laut sangat berisiko, terutama saat musim timur ketika gelombang tinggi dan cuaca buruk kerap terjadi.
“Setiap tahun ada saja korban meninggal dunia karena tenggelam di laut, khususnya saat musim timur. Ini persoalan kemanusiaan yang tidak bisa dibiarkan terus-menerus,” tegasnya.
Selain belum adanya jalan aspal, salah satu ruas jalan tanah dari Desa Wailawa menuju Desa Waimoli juga dilaporkan mengalami kerusakan parah. Kondisi jalan yang berlumpur dan sulit dilalui semakin memperparah keterisolasian warga, terutama saat musim hujan.
Yohanes Nurlatu mendesak pemerintah agar segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan peningkatan ruas jalan tersebut. Ia berharap pembangunan infrastruktur jalan dapat menjadi prioritas demi menjamin keselamatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Batabual.
“Pemerintah harus hadir. Infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Dengan akses yang memadai, roda perekonomian bisa bergerak dan risiko kecelakaan laut bisa ditekan,” pungkasnya.