24.3 C
Jakarta
BerandaISTANAInstruksi Bupati Garut, Aktifkan Kembali 70 Ribu Peserta BPJS Kesehatan PBI

Instruksi Bupati Garut, Aktifkan Kembali 70 Ribu Peserta BPJS Kesehatan PBI

Garut, Mediaistana.com – Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., I.P.U., memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan. Senin (9/2/2026)

Bupati Garut menyoroti dinamika penghapusan data kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan serta etos kerja ASN di bulan Ramadhan.

“BPJS PBI APBN 70 Ribu, Warga Garut di Non Aktifkan Kemensos RI”

Syakur mengungkapkan kekhawatirannya atas pencoretan sekitar 70.000 warga Garut dari daftar PBI oleh pemerintah pusat pada akhir Januari lalu. Langkah ini diprediksi akan menimbulkan dinamika signifikan dilapangan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan gratis.

“Ini bukan jumlah yang sedikit, dibayangan saya pasti akan banyak dinamika di lapangan. Saya minta Dinas Kesehatan juga Puskesmas-Puskesmas untuk tetap bisa melayani masyarakat karena itu adalah pelayanan dasar,” ujar Bupati Garut.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Garut telah melakukan langkah proaktif dengan berkoordinasi bersama Kementerian Sosial untuk mendapatkan rincian data warga yang terdampak.

“Meskipun terjadi pengurangan, secara akumulatif jumlah penerima bantuan sebenarnya menunjukkan tren positif berkat proses pengajuan kembali yang dilakukan secara konsisten oleh pemerintah daerah,” tandasnya.

“Selama Bulan Suci Ramadhan ASN, tidak Menurunkan Kualitas Pelayanan”

Memasuki bulan Ramadhan, Bupati juga mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak menjadikan ibadah puasa sebagai alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Ia menekankan bahwa bekerja sebagai pelayan publik merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

“Jadi tidak berarti bulan puasa menjadi malas, tidak serius, tidak disiplin, tidak sungguh-sungguh, malah merupakan momentum yang baik,” ungkapnya.

Bupati Garut menutup arahannya dengan memberikan apresiasi atas perbaikan kinerja yang telah dilakukan melalui berbagai program, termasuk optimalisasi sistem seperti Srikandi.

Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak cepat berpuas diri karena tantangan pembangunan di Kabupaten Garut kedepan masih sangat berat, tandasnya.

“Harapan Warga Masyarakat, Peserta BPJS Kesehatan di Aktifkan Kembali, dan Penambahan Jumlah Penerima BPJS PBI”

“Ditempat terpisah, Pak Iwan mengatakan sebagai pendukung Presiden RI, Bapak Haji Prabowo, menyimpan harapan besar, semua kartu BPJS kesehatan bagi masyarakat Indonesia semua diaktifkan kembali, khususnya warga masyarakat Garut agar dapat berobat dengan maksimal,” ucap Pak Iwan Kelahiran Jakarta.

Selain itu, sebaiknya kuota ditambah lagi jumlah penerima jaminan kartu BPJS kesehatan, dan membebaskan biaya BPJS bagi warga yang Sakit dan tidak mampu membayar seperti Saya, karena kesehatan lebih penting, dibanding pembangunan Infrastruktur, tuturnya.

“Bangsa yang sehat, negara akan kuat, tentunya sebagai prinsip dasar pembangunan yang menekankan bahwa rakyat yang sehat secara fisik, mental, dan sosial merupakan fondasi utama pertahanan, produktivitas, dan kemajuan sebuah negara,” ujarnya.

Menurutnya, kesehatan adalah hak konstitusional yang dijamin negara, krusial untuk menciptakan SDM unggul, dan didukung melalui gaya hidup sehat, gizi seimbang, serta sistem layanan kesehatan yang merata, tutup Pak Iwan.

Sumber : (Humas Diskominfo Garut)
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!