Mediaistana.com
Banyuwangi — Kondisi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di wilayah Kecamatan Glenmore dan Kalibaru mulai berangsur normal. Distribusi pasokan kembali berjalan dan harga eceran di tingkat pangkalan telah stabil di kisaran Rp18.000 per tabung sesuai ketentuan.

Pemulihan pasokan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara aparat Koramil, Polsek, aparatur desa, serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait indikasi distribusi LPG bersubsidi yang keluar ke wilayah kabupaten tetangga. Upaya pengawasan ini dilakukan untuk menjaga agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, termasuk di pangkalan milik Bapak Basuki dan Ibu Sulis, tidak ditemukan indikasi penimbunan LPG 3 kg. Gas elpiji didistribusikan langsung kepada masyarakat, bahkan dilakukan secara door to door guna memastikan warga benar-benar memperoleh pasokan.
Seluruh langkah penanganan telah dikoordinasikan bersama pihak kecamatan, termasuk Camat Glenmore, sebagai upaya menjamin ketersediaan LPG bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pihak terkait telah menginformasikan kepada seluruh agen LPG agar memastikan pangkalan di wilayah Glenmore dan Kalibaru menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta memprioritaskan pelayanan kepada warga sekitar.
Dari hasil koordinasi dengan Pertamina, distribusi LPG yang keluar daerah telah ditangani bersama aparat kepolisian. Sementara itu, para agen telah diinstruksikan untuk segera mengirim tambahan stok ke wilayah yang sebelumnya mengalami kekurangan.
Guna mempercepat pemulihan, pemerintah daerah juga tengah mengajukan permohonan extra dropping LPG untuk hari Senin dan Selasa sebagai langkah penambahan pasokan. Pertamina menyampaikan bahwa penambahan alokasi kuota LPG untuk wilayah terdampak sedang diproses.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap membeli LPG sesuai kebutuhan dan melaporkan apabila menemukan penjualan di atas HET atau indikasi penyelewengan distribusi.(kevin)