Menanggapi pernyataan anggota DPRD Kabupaten Buru dari partai NasDem, Mochtar Ternate yang menyoroti menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di SD 1 Al‑Hilal Namlea dan SMP Negeri 1 Namlea, pihak penyelenggara MBG melalui dapur SPPG Buru Namlea 4 memberikan penjelasan resmi terkait menu yang didistribusikan kepada siswa.
Pihak MBG menjelaskan bahwa menu yang beredar dalam pemberitaan tersebut memang berasal dari dapur SPPG Buru Namlea 4 dan telah disiapkan sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan. Menu tersebut dibagikan selama dua hari, yakni pada Senin, 9 Maret 2026 dan Selasa, 10 Maret 2026.
Untuk hari pertama, Senin (9/3/2026), menu yang dibagikan kepada para siswa terdiri dari bolu kukus pisang, ayam ungkep, tahu ungkep, serta buah pisang. Sementara pada hari kedua, Selasa (10/3/2026), menu yang disiapkan adalah kasbi goreng karamel, telur rebus, buah kelengkeng, dan kacang goreng.
Pihak MBG menegaskan bahwa sebelum menu tersebut didistribusikan kepada siswa, pihak dapur telah melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga telah diberitahukan untuk menyampaikan kepada para siswa bahwa ayam ungkep dan tahu ungkep yang dibagikan dapat digoreng kembali sebelum dikonsumsi.
Terkait ukuran atau porsi makanan yang diberikan, pihak MBG memastikan bahwa seluruh bahan makanan telah ditimbang secara langsung oleh ahli gizi yang bertugas. Dengan demikian, porsi yang dibagikan kepada siswa dinilai telah sesuai dengan takaran kebutuhan gizi.
Menurut pihak penyelenggara, menu yang disajikan juga telah memenuhi standar gizi yang diperlukan bagi siswa. Sumber karbohidrat berasal dari bolu kukus, pisang, dan Ubi goreng karamel. Sumber protein hewani terdapat pada ayam ungkep dan telur rebus. Sementara protein nabati berasal dari tahu ungkep dan kacang goreng. Adapun vitamin dan serat diperoleh dari buah-buahan seperti pisang dan kelengkeng.
Dengan penjelasan tersebut, pihak MBG berharap masyarakat dapat memahami bahwa menu yang dibagikan kepada para siswa telah melalui perencanaan dan pengawasan ahli gizi agar tetap memenuhi standar gizi yang dianjurkan bagi anak sekolah.(Tim)