27.9 C
Jakarta
BerandaInfoOngko Tuya dan Teladan Kepatuhan Pajak dari Bumi Bupolo

Ongko Tuya dan Teladan Kepatuhan Pajak dari Bumi Bupolo

 

Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.

Di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kesadaran pajak dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), sosok pengusaha dari Kabupaten Buru, Ongko Tuya, muncul sebagai teladan yang patut diapresiasi. Pengusaha yang memiliki nama lengkap Hongdiyanto Fredy ini menunjukkan bahwa kesuksesan dalam dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap negara dan daerah.

Langkah yang diambil Ongko Tuya tidak biasa. Tanpa menunggu pemeriksaan atau penagihan, ia secara sadar dan proaktif melaporkan kepemilikan sembilan unit alat berat yang dimilikinya kepada Badan Pendapatan Provinsi Maluku untuk dikenakan pajak sesuai ketentuan. Tindakan sederhana namun bermakna besar ini menunjukkan bahwa kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan juga bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Apresiasi pun datang langsung dari pemerintah daerah. Kepala Badan Pendapatan Provinsi Maluku, Djalaludin Salampessy, bersama Sekretaris Badan Pendapatan Zulhaida Latuconsina dan jajaran staf, secara khusus mengunjungi kediaman Ongko Tuya di Namlea, Kabupaten Buru. Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi simbol penghargaan atas sikap tanggung jawab yang jarang ditemui.

Langkah Ongko Tuya bahkan disebut sebagai yang pertama dilakukan secara sukarela oleh pengusaha di wilayah tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Kepala UPT Buru, Nurkia La Ambo, yang menilai tindakan tersebut dapat menjadi pemicu kesadaran baru di kalangan pelaku usaha lainnya.

Di tengah berbagai tantangan fiskal daerah, teladan seperti ini sangat berharga. Pemerintah Provinsi Maluku, di bawah arahan Gubernur Hendrik Lewerissa, terus mendorong peningkatan kesadaran wajib pajak sebagai bagian penting dalam memperkuat kemandirian daerah. Kepatuhan yang ditunjukkan Ongko Tuya menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat terbangun melalui kesadaran dan kepercayaan.

Lebih dari sekadar membayar pajak, apa yang dilakukan Ongko Tuya mencerminkan karakter kepemimpinan dalam dunia usaha: keberanian untuk memberi contoh. Dalam konteks pembangunan daerah, tindakan seperti ini memiliki nilai moral yang tinggi, karena menunjukkan bahwa pengusaha tidak hanya mengambil manfaat dari aktivitas ekonomi, tetapi juga ikut berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Di balik sembilan unit alat berat yang dilaporkan—yang pengelolaannya di lapangan dijalankan oleh Kwan dari Toko Nusantara Baru—tersimpan pesan yang lebih besar: bahwa integritas adalah fondasi utama dalam membangun ekonomi daerah yang sehat.

Maluku membutuhkan lebih banyak figur seperti Ongko Tuya. Sosok yang tidak hanya dikenal karena keberhasilan usahanya, tetapi juga karena komitmennya terhadap tanggung jawab sosial dan kewargaan. Jika teladan ini diikuti oleh para pengusaha lain, maka optimisme terhadap peningkatan PAD bukanlah sekadar harapan, melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan bersama.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!