26.8 C
Jakarta
BerandaInfoPolres Buru Siapkan Pengamanan Ketat Malam Takbiran dan Sholat Idul Fitri 2026

Polres Buru Siapkan Pengamanan Ketat Malam Takbiran dan Sholat Idul Fitri 2026

Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, Polres Buru mulai mematangkan langkah pengamanan untuk memastikan malam takbiran dan pelaksanaan sholat Idul Fitri berlangsung aman dan tertib. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (12/3) di Aula Endra Dharmalaksana Polres Buru.

Rapat yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 13.00 WIT itu dipimpin langsung Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, SH, S.I.K.MM, didampingi Wakapolres Kompol H. Akmil Djapa. Hadir pula seluruh Kapolsek jajaran Polres Buru serta perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Buru.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa pengamanan malam takbiran menjadi perhatian serius karena biasanya diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat di jalan raya dan pusat keramaian. Ia mengingatkan potensi gangguan keamanan yang kerap muncul, seperti konvoi kendaraan berlebihan, penggunaan knalpot racing, konsumsi minuman keras, hingga penggunaan petasan dan kembang api yang berisiko menimbulkan kecelakaan maupun konflik.

“Kami mengajak seluruh tokoh masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Peran masyarakat sangat penting dalam mengendalikan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya pengamanan kendaraan masyarakat saat pelaksanaan sholat Idul Fitri, mengingat banyaknya jamaah yang memarkir kendaraan di sekitar lokasi ibadah.

Dalam sesi diskusi, sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda menyampaikan bahwa malam takbiran selalu diwarnai lonjakan aktivitas warga sehingga membutuhkan pengamanan maksimal. Mereka juga mengusulkan penertiban penggunaan petasan serta pengawasan lebih ketat terhadap konsumsi minuman keras yang dinilai kerap menjadi pemicu konflik.

Menariknya, muncul pula usulan dari masyarakat terkait kemungkinan melegalkan balap liar agar dapat diarahkan menjadi kegiatan resmi atau objek wisata di Desa Namlea. Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Buru menyatakan bahwa usulan tersebut tidak dapat diputuskan secara sepihak dan memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah serta instansi terkait.

“Jika ingin dijadikan kegiatan resmi, tentu harus ada lokasi khusus, aturan yang jelas, dan pengawasan yang ketat agar tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam melakukan pendekatan humanis kepada masyarakat untuk mencegah potensi konflik sejak dini.

Polres Buru memastikan akan meningkatkan patroli serta pengamanan di titik-titik keramaian dan wilayah yang dianggap rawan gangguan kamtibmas selama malam takbiran hingga pelaksanaan sholat Idul Fitri. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!