
Cilacap-Mediaistana.com– Momentum 21 Maret 2026 seharusnya menjadi puncak euforia bagi segenap masyarakat Kabupaten Cilacap. Namun, dalam peringatan Hari Jadi ke-170 kali ini, deru perayaan berganti dengan sunyi yang mendalam.
Bumi Cilacap Bercahaya tengah merayakan pertambahan usianya dalam balutan keprihatinan menyusul absennya dua pilar utama kepemimpinan daerah.
Ketiadaan Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah Sadmoko Danardono dalam prosesi sakral ini merupakan imbas dari prahara hukum yang terjadi sepekan silam.
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 13 Maret 2026, seolah menjadi “kado pahit” bagi kabupaten di pesisir selatan Jawa ini.
Hanya berselang tujuh hari sebelum prosesi hari jadi dimulai, pusat pemerintahan diguncang oleh aksi senyap lembaga antirasuah.
Dugaan pemerasan terkait Tunjangan Hari Raya (THR) senilai Rp 610.000.000< menjadi pintu masuk bagi penyidikan lebih luas.
Saat ini, kedua pucuk pimpinan tersebut harus menjalani masa penahanan di Rutan KPK Jakarta.
Insiden ini bukan sekadar urusan hukum, melainkan sebuah luka bagi masyarakat yang menggantungkan harapan besar pada pemimpin hasil mandat Pilkada 2024 tersebut.
Meski trauma dan kecemasan sempat menyelimuti jajaran perangkat daerah, komitmen pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama agar tidak lumpuh.
Makanya, sejak 14 Maret 2026, estafet kepemimpinan sementara telah digulirkan “Ammy Amalia Fatma Surya resmi mengemban amanah sebagai Plt Bupati. dan Annisa Fabriana ditunjuk sebagai Plh Sekretaris Daerah”.
Langkah akselerasi ini diambil untuk memastikan roda pemerintahan tetap berputar dan hak-hak layanan masyarakat tidak terabaikan di tengah kemelut yang melanda birokrasi.
Suasana haru dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Bagi mereka, peringatan ke-170 ini bukan lagi soal seremoni, melainkan soal cermin diri bagi seluruh pemangku kebijakan.
”Ini adalah saat yang tepat bagi seluruh pejabat untuk merenung dan introspeksi diri. Apakah sumpah jabatan yang diucapkan saat dilantik benar-benar dijalankan dengan amanah….??!!, “ungkap seorang tokoh yang namanya tidak mau dipublikasikan dengan nada prihatin.
Peringatan HUT ke-170 ini menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa integritas adalah fondasi yang tak bisa ditawar.
Masyarakat kini menaruh harapan besar agar peristiwa ini menjadi titik balik bagi perbaikan tata kelola pemerintahan di Cilacap –“menuju birokrasi yang benar-benar bersih, bermartabat, dan kembali bercahaya tanpa noda”–