
Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terus berupaya memperkuat daya saing produk lokal dengan mendorong kemitraan strategis antara industri kecil menengah (IKM) dan industri besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Bogor, Mely Kamelia, menjelaskan bahwa kemitraan tersebut tengah disiapkan sebagai strategi utama untuk memperkuat ekosistem industri daerah.
“Ke depan kami ingin mendorong kemitraan antara industri kecil menengah dengan industri besar yang ada di Kabupaten Bogor. Harapannya produk-produk IKM dapat menjadi pemasok bagi industri besar sehingga pasar mereka semakin luas,” ujar Mely dalam Podcast Sora Bogor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, banyaknya industri besar di Kabupaten Bogor merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh pelaku IKM. Melalui kemitraan tersebut, produk IKM diharapkan dapat masuk dalam rantai pasok industri besar, baik sebagai bahan baku, komponen, maupun produk pendukung lainnya.
“Industri besar di Kabupaten Bogor jumlahnya cukup banyak. Ini menjadi peluang bagi IKM untuk ikut terlibat sebagai pemasok, tentunya dengan memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Disdagin Kabupaten Bogor juga terus melakukan pembinaan terhadap pelaku IKM. Program pembinaan tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, penyediaan peralatan produksi, hingga pendampingan agar pelaku usaha mampu memenuhi standar industri.
“Karena itu kami siapkan tahapannya. Mulai dari pembinaan, penyediaan alat produksi, hingga peningkatan kualitas produk agar dapat diterima oleh industri besar,” tambah Mely.
Selain itu, pemerintah daerah juga fokus mengembangkan sentra-sentra IKM unggulan. Salah satunya adalah sentra industri logam di Kecamatan Citeureup yang telah lama dikenal memproduksi berbagai peralatan berbahan logam, seperti loyang, oven, hingga perlengkapan industri makanan.
“Sentra industri di Citeureup memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan mendukung berbagai sektor usaha, khususnya di bidang kuliner dan industri makanan,” ungkapnya.
Di sisi lain, kinerja perdagangan Kabupaten Bogor menunjukkan tren positif. Berdasarkan data semester pertama tahun 2025, Kabupaten Bogor tercatat sebagai salah satu dari tiga besar penyumbang ekspor terbesar di Provinsi Jawa Barat.
Tak hanya itu, Disdagin juga memperluas akses pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kemitraan dengan ritel modern. Produk UMKM yang telah melalui proses kurasi dari segi kualitas, kemasan, dan branding didorong untuk masuk ke pasar toko modern.
“Kami menjembatani kemitraan antara UMKM dengan toko modern. Produk-produk UMKM kami kurasi terlebih dahulu agar memenuhi standar kualitas, kemasan, dan branding sehingga bisa masuk ke pasar ritel modern,” kata Mely.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap produk-produk lokal mampu berkembang lebih pesat dan memiliki daya saing tinggi, tidak hanya di pasar daerah, tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional.
“Harapannya produk-produk lokal Kabupaten Bogor tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” tutup Mely.