
Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mengkaji langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan armada bus sekolah agar dapat digunakan lebih luas oleh masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari inovasi pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran daerah. Rabu, 01/04/2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa kajian tersebut dilakukan setelah dirinya meninjau langsung kondisi kendaraan pada Senin, 30 Maret 2026. Dari hasil pengecekan, seluruh armada dinyatakan masih dalam kondisi baik dan layak untuk dioperasikan.
Saat ini, Pemkot Bogor memiliki delapan unit kendaraan, terdiri dari satu bus kecil dan beberapa kendaraan jenis van atau Elf. Seluruh unit dinilai masih terawat dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara optimal.
“Jumlahnya ada delapan unit termasuk yang di Uncal. Saya lihat kondisinya masih bagus semua dan masih layak untuk dipelihara,” ujarnya.
Peninjauan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pemanfaatan aset di tengah efisiensi anggaran Transfer ke Daerah yang mencapai hampir Rp300 miliar. Kondisi tersebut berdampak pada pembiayaan operasional dan pemeliharaan, sehingga diperlukan terobosan agar aset tetap produktif.
Dedie menegaskan bahwa armada bus sekolah tidak boleh dibiarkan menganggur karena berisiko mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mencari solusi agar kendaraan tetap bermanfaat dan bahkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kalau dibiarkan tentu akan rusak. Maka harus kita pikirkan bagaimana bus ini bisa dimanfaatkan secara optimal tanpa merugikan daerah bahkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penggunaan bus sekolah sebagai angkutan umum perintis. Armada ini direncanakan melayani wilayah yang selama ini belum terjangkau transportasi publik secara memadai, khususnya pada koridor tiga dan koridor empat yang menjadi prioritas awal.
“Ini masih dalam kajian. Salah satu opsinya memang untuk perintis di koridor tiga dan empat terutama bagi wilayah yang belum terlayani transportasi memadai,” tambahnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan berbagai perangkat daerah seperti Dinas Perhubungan, Sekretaris Daerah, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah guna menentukan skema operasional yang efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan armada. Meski demikian, opsi pengelolaan oleh Dinas Perhubungan tetap menjadi pertimbangan agar layanan dapat terintegrasi dengan sistem transportasi kota.
Melalui kajian ini, Pemkot Bogor berharap pemanfaatan bus sekolah tidak hanya terbatas untuk kebutuhan pelajar, tetapi juga mampu mendukung layanan transportasi publik yang lebih luas. Langkah ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menghadirkan transportasi yang inklusif, merata, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.