28.1 C
Jakarta
BerandaTNI-POLRIPemerintah RI Tegaskan Insiden Dogiyai Urusan Domestik, Tolak Campur Tangan Regional

Pemerintah RI Tegaskan Insiden Dogiyai Urusan Domestik, Tolak Campur Tangan Regional

Pemerintah RI Tegaskan Insiden Dogiyai Urusan Domestik, Tolak Campur Tangan Regional

Jakarta -MEDIA ISTANA – Pemerintah Indonesia melalui otoritas terkait memberikan respons tegas atas pernyataan Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon, Matthew Wale, terkait insiden keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Otoritas menegaskan bahwa tindakan aparat di lapangan merupakan upaya penegakan hukum dan perlindungan objek vital, bukan bentuk penindasan sebagaimana dituduhkan.

Sebelumnya, Matthew Wale mengeluarkan pernyataan yang mendesak adanya aksi regional Melanesia untuk menyoroti tewasnya warga sipil dalam kerusuhan di Moanemani pada 31 Maret 2026. Menanggapi hal tersebut, pihak otoritas Indonesia menilai pernyataan Wale tendensius karena tidak melihat kronologi peristiwa secara utuh.

Insiden berdarah di Distrik Kamuu bermula dari aksi pembacokan brutal oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang menewaskan anggota Satbinmas Polres Dogiyai, Bripda Juventus Edowai. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dekat Gereja Ebenhaezer saat sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat.

Terkait jatuhnya korban sipil dalam kontak tembak, pemerintah memastikan bahwa investigasi internal yang transparan sedang berjalan. Namun, pemerintah menegaskan bahwa isu keamanan di Papua merupakan urusan domestik Indonesia yang ditangani sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan koridor hak asasi manusia yang berlaku nasional.

Indonesia menolak keras usulan intervensi regional Melanesia yang diserukan oleh Wale. Otoritas menilai desakan tersebut berpotensi mengganggu kedaulatan negara dan hanya didasarkan pada informasi sepihak yang berkembang di media sosial tanpa verifikasi lapangan yang akurat.

Saat ini, situasi di Moanemani dilaporkan mulai berangsur kondusif. Aparat keamanan masih bersiaga di objek-objek vital bukan untuk melakukan intimidasi, melainkan untuk memberikan jaminan keamanan bagi warga yang ingin kembali beraktivitas di pasar dan perkantoran.

Pemerintah juga sedang mengedepankan pendekatan dialogis dengan tokoh adat dan tokoh agama setempat guna memulihkan stabilitas wilayah. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi-narasi dari pihak luar yang bertujuan memperkeruh situasi di lapangan.

HAMDAN

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!