Probolinggo, Mediaistana.com
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menghadiri Seminar Kesehatan tentang Tata Laksana Awal Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal, Kamis (9/4/2026), di Gedung Pertemuan Poli Estetika Lantai 2 RSU Amanah. Kehadiran wali kota yang juga sebagai penasehat RSU Amanah disambut langsung oleh Direktur RSU Amanah, Ninik Ira Wibawati.
Seminar ini diikuti oleh para bidan dari berbagai unsur, di antaranya FKPP, klinik pratama, bidan jejaring RSU Amanah, hingga bidan praktik mandiri. Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan ibu dan bayi secara cepat dan tepat.
Dalam sambutannya, Dokter Aminuddin menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Alhamdulillah, pada tahun 2025 angka kematian ibu dan bayi berhasil ditekan menjadi 3 kasus, dari sebelumnya 8 kasus. Ini menandakan kerja kita sudah berada di jalur yang baik, namun harus terus dipertahankan, ujarnya.
Ia juga menyinggung penanganan stunting di Kota Probolinggo yang saat ini tercatat sekitar 1.100 anak. Pemkot terus mendorong keterlibatan berbagai pihak sebagai orang tua asuh dalam penanganan stunting sebagai bentuk komitmen bersama.
Selain itu, Pemkot Probolinggo telah meluncurkan inovasi digital Siskia Pro Cantik, yaitu dashboard pemantauan kesehatan real time yang terintegrasi dengan layanan posyandu. Menurutnya, digitalisasi ini menjadi langkah strategis untuk mencegah dan menangani risiko kesehatan sejak dini.
Ini upaya kita mendorong pencegahan dan penatalaksanaan risiko kesehatan. Tumbuh kembang anak adalah ilmu penting untuk melihat potensi anak sejak dini, imbuhnya.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni dokter spesialis anak Amrina Rosyada yang membawakan materi tata laksana awal kegawatdaruratan neonatal, serta dokter spesialis obstetri dan ginekologi Evania Nita Oetama yang menyampaikan materi tata laksana awal kegawatdaruratan ibu.
Melalui kegiatan ini, para tenaga kesehatan, khususnya bidan, diharapkan semakin siap memberikan penanganan awal yang cepat dan tepat guna mendukung penurunan AKI, AKB, serta stunting di Kota Probolinggo.