29.7 C
Jakarta
BerandaBeritaPerketat Pengawasan Daycare: Negara Wajib Lindungi Anak

Perketat Pengawasan Daycare: Negara Wajib Lindungi Anak

Jakarta, Mediaistana.com
Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha menjadi alarm keras: sistem pengawasan daycare di Indonesia masih lemah dan berpotensi membahayakan anak, terutama di usia emas yang paling rentan. Ini bukan sekadar kelalaian individu, melainkan kegagalan sistemik negara dalam menjamin setiap tempat pengasuhan anak aman, berizin, dan diawasi ketat, Senin (27/4/2026).

Ketua Umum Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia, Jeannie Latumahina, menegaskan pemerintah pusat dan daerah harus segera melakukan audit nasional secara menyeluruh dan berkala terhadap seluruh daycare. Setiap lembaga wajib memiliki izin resmi, SOP yang jelas, serta pengasuh bersertifikat dan terlatih. Daycare yang tidak memenuhi standar harus ditutup tanpa kompromi, tegasnya.

Pengawasan, kata Jeannie, tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus ada inspeksi rutin, langsung ke lapangan, dan transparan. Selama ini pengawasan cenderung administratif sehingga celah pelanggaran tetap terbuka.

Negara juga perlu memperkuat regulasi lintas kementerian, meliputi Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sinergi itu penting agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan kelalaian pengawasan.

Selain itu, harus tersedia sistem pengaduan yang cepat, aman, dan mudah diakses masyarakat. Dengan begitu, potensi kekerasan dapat terdeteksi dan dicegah sejak dini, sebelum korban berjatuhan.

Penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan di daycare harus tegas tanpa kompromi. Bersamaan dengan itu, pemulihan korban wajib menjadi prioritas melalui pendampingan psikologis, perlindungan hukum, dan rehabilitasi sosial. Anak tidak boleh terus menjadi korban dari lemahnya sistem.

Ini saatnya negara bertindak tegas bersama masyarakat. Daycare harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak, bukan sumber trauma. Melindungi anak adalah kewajiban mutlak, bukan pilihan, tutup Jeannie Latumahina.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!