31.1 C
Jakarta
BerandaInfoGubenur HL, Tukuboya dan Harapan Panjang Masyarakat Batabual di Ambang Realisasi

Gubenur HL, Tukuboya dan Harapan Panjang Masyarakat Batabual di Ambang Realisasi

 

Editorial oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.

Ada harapan yang kadang tumbuh begitu lama hingga nyaris kehilangan bentuknya. Namun di Batabual, harapan itu tetap bertahan—mengendap dalam kesabaran masyarakat yang puluhan tahun menanti jalan yang layak, jembatan yang kokoh, dan akses yang manusiawi. Kini, ketika pemerintah akhirnya menempatkan ruas jalan Batabual sebagai prioritas, secercah cahaya itu kembali menyala.

Komitmen Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, untuk memprioritaskan pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran bukan sekadar keputusan teknokratis. Ia adalah pernyataan keberpihakan. Di saat banyak wilayah berlomba-lomba menarik perhatian pembangunan, Batabual hadir dengan realitas yang tak bisa lagi ditunda: keterisolasian yang menghambat kehidupan dasar masyarakat.

Apa yang disampaikan Rustam Fadly Tukuboya mencerminkan denyut suara rakyat yang selama ini kerap tenggelam. Bahwa aspirasi ini bukan baru kemarin sore, melainkan jejak panjang dari generasi ke generasi. Dari era Karel Ralahalu hingga Murad Ismail, harapan itu tetap sama: membuka keterisolasian Batabual.

Editorial ini tidak hendak menafikan kritik. Kritik adalah bagian penting dalam demokrasi. Namun, kritik yang adil semestinya berpijak pada realitas. Dan realitas Batabual adalah kebutuhan mendesak akan infrastruktur dasar. Jalan bukan sekadar aspal yang membentang; ia adalah jalur kehidupan—menghubungkan anak-anak ke sekolah, orang sakit ke layanan kesehatan, dan hasil bumi ke pasar.

Langkah Pemerintah Provinsi Maluku menggandeng PT Sarana Multi Infrastruktur menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan, masih ada keberanian untuk mencari jalan keluar. Ini bukan solusi instan, melainkan upaya strategis yang memerlukan komitmen berkelanjutan dan pengawasan publik.

Namun, harapan tidak boleh berhenti pada perencanaan. Masyarakat Batabual tidak hanya membutuhkan janji—mereka membutuhkan bukti. Realisasi pembangunan harus menjadi prioritas berikutnya, dengan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama.

Pada akhirnya, Batabual bukan sekadar tentang satu ruas jalan. Ia adalah cermin dari bagaimana negara hadir untuk mereka yang selama ini berada di pinggiran. Jika pembangunan ini benar-benar terwujud, maka ia bukan hanya menjawab harapan puluhan tahun—ia juga mengembalikan kepercayaan bahwa perhatian terhadap daerah terpencil bukan sekadar wacana.

Dan di situlah, pembangunan menemukan maknanya yang paling hakiki: menghadirkan keadilan, bukan sekadar kemajuan.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!