Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
Gubernur Dedi Mulyadi angkat bicara terkait julukan “Mulyono Jilid II” yang belakangan ramai disematkan kepadanya di media sosial. Dalam sebuah wawancara, Dedi menanggapi santai sebutan tersebut dan menegaskan bahwa apa yang ia lakukan saat ini bukanlah hal baru dalam perjalanan hidupnya. Senin, 11/05/2026.
Menurut Dedi, sejak lama dirinya memang terbiasa turun langsung ke tengah masyarakat untuk melihat kondisi warga sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Aktivitas tersebut, kata dia, sudah dilakukan bahkan jauh sebelum dirinya aktif menggunakan media sosial ataupun menjadi sorotan publik secara luas.
Ia menjelaskan, sejak dulu dirinya juga kerap mendokumentasikan berbagai kegiatan yang dijalani saat berada di lapangan. Hanya saja, pada masa itu dokumentasi tersebut tidak dipublikasikan secara luas seperti sekarang karena belum berkembangnya platform digital dan media sosial.
“Dari dulu saya memang sudah seperti ini, turun ke masyarakat, melihat langsung kondisi warga, mendokumentasikan kegiatan. Bedanya sekarang ada media sosial, jadi semuanya terlihat dan diketahui publik,” ujar Dedi.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membuat aktivitas seorang pejabat publik kini jauh lebih mudah dipantau masyarakat. Karena itu, berbagai kegiatan yang sebelumnya mungkin hanya diketahui oleh lingkungan sekitar, kini dapat tersebar luas dan menjadi perhatian publik.
Dedi juga mengaku tidak terlalu mempermasalahkan berbagai julukan yang muncul di media sosial selama hal tersebut tidak mengganggu fokusnya dalam bekerja melayani masyarakat. Ia menegaskan akan tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa dengan turun langsung ke lapangan dan menyerap aspirasi warga.
Pernyataan Dedi Mulyadi tersebut pun kembali menjadi perhatian warganet dan memicu beragam tanggapan di media sosial. Sebagian menilai gaya kepemimpinannya memang identik dengan pendekatan langsung ke masyarakat, sementara lainnya menyoroti tingginya eksposur aktivitasnya di platform digital.