29.8 C
Jakarta
BerandaInfoFORPMAT Desak Penegakan Keadilan Sawit: Harga TBS, CSR, HGU, dan Limbah Harus...

FORPMAT Desak Penegakan Keadilan Sawit: Harga TBS, CSR, HGU, dan Limbah Harus Diaudit

Mamuju Tengah, Sulawesi Barat Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (FORPMAT) kembali menyampaikan sikap tegas terhadap kondisi tata kelola industri sawit di Kabupaten Mamuju Tengah yang dinilai semakin merugikan masyarakat, khususnya petani sawit swadaya.

FORPMAT menyoroti situasi terkini di lapangan, di mana sejumlah timbangan sawit dilaporkan mulai tutup, antrean kendaraan pengangkut TBS mengular hingga ke jalan raya, serta terjadinya penumpukan buah di sejumlah perusahaan kelapa sawit (PKS).

Kader FORPMAT, Asrullah menilai kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat adanya permainan sistem yang sengaja diciptakan oleh perusahaan.

Kami melihat kondisi hari ini sangat memprihatinkan. Banyak timbangan mulai tutup, buah sawit menumpuk di perusahaan, dan mobil antre sampai ke jalan raya. Kami menduga ada permainan lama yang kembali dimainkan,” tegas Asrullah.

Menurutnya, pola tersebut diduga sengaja dibiarkan agar tercipta kepanikan di tengah masyarakat dan petani.

Kami menduga perusahaan sengaja membuat sistem yang menyebabkan buah menumpuk dan pabrik seolah-olah penuh atau tutup sementara. Ketika masyarakat mulai panik dan takut buahnya rusak, di situlah rakyat dipaksa menerima harga murah demi sawit mereka tetap diterima,” lanjutnya.

FORPMAT menilai situasi tersebut berpotensi menjadi bentuk permainan kebutuhan masyarakat demi kepentingan perusahaan.

Pada akhirnya masyarakat terpaksa memohon agar buahnya diterima meskipun dengan harga rendah. Di sinilah kami menduga perusahaan memainkan kebutuhan rakyat berkali-kali lipat,” ujar Asrullah.

FORPMAT juga mengingatkan masyarakat Mamuju Tengah agar memiliki kesadaran kolektif dan tidak mudah dipermainkan oleh praktik-praktik yang merugikan petani.

Masyarakat jangan terus dibodohi. Petani jangan terus dipaksa berada dalam posisi lemah sementara perusahaan bebas memainkan keadaan,” katanya.

Selain persoalan harga TBS yang tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah, FORPMAT turut menyoroti persoalan lama yang hingga kini dinilai belum memiliki kejelasan.

FORPMAT mempertanyakan:

* Kejelasan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

* Realisasi plasma masyarakat 20 persen.

* Transparansi dan keberadaan dana CSR perusahaan.

* Dugaan pencemaran limbah perusahaan sawit

FORPMAT menilai selama puluhan tahun perusahaan masuk dan beroperasi di Mamuju Tengah, masyarakat belum sepenuhnya merasakan dampak kesejahteraan yang seimbang.

Perusahaan masuk sejak puluhan tahun lalu, menikmati hasil bumi daerah ini, tetapi masyarakat masih bertanya-tanya: di mana CSR itu? Ke mana manfaatnya mengalir? Bahkan persoalan HGU sampai hari ini masih banyak yang tidak jelas,” tegas Asrullah.

FORPMAT juga meminta pemerintah daerah dan Dinas Perkebunan untuk tidak hanya fokus pada formalitas penetapan harga, tetapi turut mengaudit persoalan lain yang dianggap merugikan masyarakat.

Yang kami perjuangkan bukan hanya harga TBS. Kami juga meminta kejelasan CSR, transparansi HGU, dan audit serius terhadap dugaan limbah perusahaan yang merusak lingkungan,” lanjutnya.

Menurut FORPMAT, negara tidak boleh kalah oleh kepentingan korporasi, apalagi jika masyarakat menjadi pihak yang terus dirugikan.

Kekayaan alam Mamuju Tengah harus kembali kepada rakyat, bukan hanya menjadi sumber keuntungan segelintir pihak,” tutup Asrullah.

 

PANJANG UMUR PERJUANGAN!                         HIDUP MAHASISWA!!                                      HIDUP PETANI MAMUJU TENGAH!!

FORUM PEMUDA PELAJAR MAHASISWA MAMUJU TENGAH (FORPMAT)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!