Anggota DPR RI dari fraksi PKS Ir.H.Ateng Sutisna M.B.A menerima aspirasi generasi muda Subang dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan-Sea World yang berlangsung pada 10-11 Mei 2026 di Gedung DPR RI Senayan Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut Ir.H.Ateng Sutisna M.B.A menegaskan”Pentingnya penguatan tata niaga komoditas nanas di kabupaten Subang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat perekonomian daerah”ungkapnya.
Dalam sesi dialog peserta asal kabupaten subang menyoroti persoalan tata niaga nanas yang selama ini masih dihadapkan pada ketidakstabilan harga,khususnya pada saat musim panen raya.Kondisi tersebut dinilai membuat petani rentan mengalami kerugian karena sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk buah segar tanpa pengolahan lanjutan.
Berdasarkan data BPS kabupaten subang tahun 2024,produksi nanas disubang mencapai 1,6 juta kwintal,kabupaten Subang sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi nanas terbesar di Indonesia dengan Kontribusi mencapai sekitar 92 hingga 99 persen dari total produksi nanas di Jawa barat.
Namun demikian besarnya produksi tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi optimal bagi petani karena rantai nilai produksi masih di dominasi penjualan bahan mentah.
Berdasarkan kondisi seperti sekarang ini,tata niaga harus segera diperbaiki jangan sampai daerah penghasil besar hanya menjadi pemasok bahan mentah,sementara nilai tambah ekonominya justru dinikmati pihak lain”ungkap H.Ateng Sutisna M.B.A.
Penguatan koperasi petani menjadi salah satu langkah strategis untuk memperbaiki tata niaga sekaligus memperkuat posisi tawar petani terhadap pasar,koperasi yang terintegrasi dengan program pemerintah dapat membantu akses petani untuk permodalan,pemasaran,hingga pengembangan produk turunan nanas yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi”ujar H.Ateng Sutisna.
Kalau petani hanya menjual buah segar maka mereka sangat bergantung pada fluktuasi harga pasar,tetapi ketika sudah masuk ke pengolahan nilai tambahnya akan jauh lebih besar dan pendapatan petani bisa lebih stabil.Potensi pengembangan produk turunan nanas di subang sangat besar mulai dari keripik nanas,dodol,selai,sari buah,hingga berbagai produk olahan lainnya,
Penguatan agroindustri berbasis pertanian lokal juga sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ekonomi dan ekonomi sirkular yang saat ini terus didorong oleh pemerintah”ungkap H.Ateng Sutisna.
Selain isu pertanian,peserta perempuan asal subang yang tergabung dalam Mojang Jajaka kabupaten Subang menyampaikan”aspirasi terkait rendahnya minat generasi muda terhadap dunia politik serta terbatasnya ruang edukasi politik bagi pelajar.
Menanggapi hal tersebut,H.Ateng Sutisna mendukung gagasan pembentukan program duta DPRD subang sebagai ruang pengenalan demokrasi dan pendidikan politik bagi generasi muda,kalau dibutuhkan saya siap datang ke sekolah sekolah untuk berdialog dan memperkenalkan politik kepada Generasi Muda”Gen Z Goes to Senayan”sekarang mungkin Gen Tua Goes to School”katanya disambut antusias para peserta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian cinderamata kepada peserta yel yel antar daerah,dimana kabupaten Subang berhasil meraih juara pertama berkat kreativitas dan semangat yang ditunjukan selama kegiatan berlangsung.
.