Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di Kabupaten Buru terus mendapat perhatian. Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Ambon, Dr. Nataniel Elake, melakukan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buru untuk membuka program Sarjana (S1) Administrasi Publik berbasis daring bagi pegawai yang masih berijazah SMA.
Penjajakan tersebut ditandai dengan pertemuan antara Dr. Nataniel Elake dengan Bupati Buru Ikram Umasugi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Asis Tomia, di ruang kerja Bupati Buru, Senin (8/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Dr. Nataniel menjelaskan bahwa program yang ditawarkan dirancang khusus untuk memberikan kesempatan kepada para pegawai yang belum memiliki gelar sarjana agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, sistem perkuliahan akan dilaksanakan secara daring (online) sehingga para mahasiswa dapat mengikuti proses belajar mengajar dari rumah maupun tempat kerja masing-masing.
“Kami melihat masih banyak aparatur dan pegawai yang memiliki potensi besar, tetapi terkendala waktu dan jarak untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, STIA Ambon menawarkan program S1 Administrasi Publik secara daring agar mereka tetap bisa bekerja sambil kuliah. Ini adalah bentuk kontribusi kami dalam meningkatkan kapasitas aparatur daerah,” ujar Dr. Nataniel.
Ia menjelaskan bahwa Administrasi Publik merupakan disiplin ilmu yang sangat relevan dengan kebutuhan aparatur pemerintahan karena membekali mahasiswa dengan kemampuan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, perencanaan pembangunan, hingga manajemen birokrasi modern.
Sementara itu, Bupati Buru Ikram Umasugi menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan aparatur merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Kami menyambut baik inisiatif STIA Ambon yang membuka akses pendidikan tinggi bagi pegawai di Kabupaten Buru. Program ini sangat positif karena memberikan kesempatan kepada aparatur yang belum sarjana untuk meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya. Pemerintah Kabupaten Buru mendukung langkah ini sebagai bagian dari upaya menciptakan birokrasi yang profesional, kompeten, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik di masa depan,” kata Ikram Umasugi.
Bupati juga berharap kerja sama yang akan dibangun tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan pendidikan sarjana, tetapi dapat berkembang ke berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia lainnya yang mendukung kemajuan Kabupaten Buru.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi langkah awal menuju sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas aparatur serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Buru.
Dengan hadirnya program kuliah daring S1 Administrasi Publik ini, diharapkan semakin banyak pegawai di Kabupaten Buru yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi, sehingga mampu meningkatkan profesionalisme kerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
(Mus Latuconsina)