BerandaBeritaDwi Nita Lestari Maju dalam PAW Kepala Desa Tamansari, Didukung Tokoh Masyarakat

Dwi Nita Lestari Maju dalam PAW Kepala Desa Tamansari, Didukung Tokoh Masyarakat

Tamansari, Licin – Proses Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, periode 2026–2027 diharapkan menjadi momentum demokrasi desa yang berlangsung aman, damai, dan penuh rasa persaudaraan.

Dalam semangat tersebut, calon PAW Kepala Desa Tamansari, Dwi Nita Lestari, bersama Tim 17 Kemenangan, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusifitas, kerukunan, dan persatuan selama tahapan pemilihan berlangsung.


Dwi Nita Lestari yang dikenal sebagai mantan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tamansari menyampaikan bahwa perbedaan pilihan dalam proses demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun demikian, persatuan dan kebersamaan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama demi kemajuan Desa Tamansari.


“PAW Kepala Desa bukan sekadar proses memilih pemimpin, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan warga. Kami mengajak seluruh masyarakat Tamansari untuk menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.


Dukungan terhadap Dwi Nita Lestari juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu tokoh yang disebut turut mengusung dan memberikan dukungan adalah Cung Lianto, mantan anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi PPP yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat.


Menurut Tim 17 Kemenangan, dukungan tersebut diberikan karena Dwi Nita Lestari dinilai memiliki pengalaman dalam pemerintahan desa serta memahami kebutuhan masyarakat Tamansari. Pengalamannya sebagai anggota BPD dianggap menjadi modal penting untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, transparan, dan berpihak kepada kepentingan warga.


Tim 17 juga menegaskan bahwa seluruh pendukung diminta untuk mengedepankan etika politik yang santun dan tidak melakukan tindakan yang dapat memecah belah masyarakat. Kompetisi dalam PAW Kepala Desa harus dijalankan dengan semangat demokrasi yang sehat, menjunjung tinggi aturan yang berlaku, serta menghormati seluruh calon yang berpartisipasi.


“Kami berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga persatuan. Jangan sampai karena perbedaan pilihan kemudian menimbulkan konflik atau gesekan di tengah warga. Siapapun yang nantinya terpilih adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat Tamansari,” ungkap perwakilan Tim 17.


Dalam visi yang diusungnya, Dwi Nita Lestari berkomitmen untuk mendorong pemerintahan desa yang lebih terbuka, meningkatkan pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen warga dalam membangun Desa Tamansari ke arah yang lebih maju.


Menjelang pelaksanaan PAW Kepala Desa Tamansari periode 2026–2027, masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Demokrasi desa yang berjalan dengan aman, tertib, dan damai akan menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan pembangunan serta kemajuan Desa Tamansari di masa mendatang.


Dengan semangat persatuan, Dwi Nita Lestari bersama Tim 17 Kemenangan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan PAW Kepala Desa Tamansari sebagai pesta demokrasi yang bermartabat, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta menghasilkan pemimpin terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan Desa Tamansari.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!