MEDIAISTANA.COM | JEMBER – Sejumlah pemberitaan media di Banyuwangi belakangan mengangkat capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi yang berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Nasional. Klaim tersebut memang sesuai dengan data yang ada, sebab pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat sebesar 6,14 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berada di angka 5,96 persen dan Nasional sebesar 5,61 persen.
Namun jika berbicara mengenai peringkat tertinggi di kawasan Sekar Kijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso, maka data menunjukkan bahwa Kabupaten Jember masih berada di posisi teratas dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35 persen, unggul 0,21 persen dibandingkan Banyuwangi.
Artinya, meskipun Banyuwangi layak mendapatkan apresiasi karena berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi maupun nasional, posisi sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sekar Kijang saat ini masih dipegang oleh Kabupaten Jember.
Data tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa Banyuwangi menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan tapal kuda bagian timur Jawa Timur. Berdasarkan angka resmi yang beredar, Jember justru menjadi kabupaten dengan laju pertumbuhan ekonomi paling tinggi di kawasan tersebut.
Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Tahun 2026
1. Jember : 6,35%
2. Banyuwangi : 6,14%
3. Jawa Timur : 5,96%
4. Lumajang : 5,89%
5. Nasional : 5,61%
6. Situbondo : 5,50%
7. Bondowoso : 5,42%
Dari data tersebut terlihat jelas bahwa selisih antara Jember dan Banyuwangi mencapai 0,21 persen. Dalam konteks ekonomi daerah, angka tersebut cukup signifikan karena mencerminkan nilai aktivitas ekonomi yang mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah.
Keberhasilan Jember menempati posisi puncak tidak terlepas dari kontribusi sektor pertanian, perdagangan, jasa, industri pengolahan, konstruksi, serta meningkatnya aktivitas investasi di berbagai sektor. Selain itu, perputaran ekonomi masyarakat yang semakin kuat turut mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Banyuwangi memang menunjukkan performa ekonomi yang positif dan konsisten. Berbagai sektor seperti pariwisata, perdagangan, pertanian, dan jasa menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Namun berdasarkan data yang tersedia, capaian Banyuwangi masih berada satu tingkat di bawah Kabupaten Jember.
Pengamat ekonomi menilai bahwa dalam menyampaikan informasi pertumbuhan ekonomi, masyarakat perlu melihat data secara utuh dan tidak hanya membandingkan dengan Jawa Timur maupun Nasional. Sebab apabila indikatornya adalah peringkat pertumbuhan ekonomi antar kabupaten di wilayah Sekar Kijang, maka Kabupaten Jember saat ini menjadi yang tertinggi.
Ke depan, persaingan positif antar daerah diharapkan dapat mendorong inovasi pembangunan, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta percepatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Yang terpenting, keberhasilan pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka statistik semata, tetapi juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu menekan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperluas kesempatan usaha bagi pelaku UMKM maupun sektor produktif lainnya.
Berdasarkan data BPS Jawa Timur Triwulan I Tahun 2026, fakta menunjukkan bahwa Banyuwangi memang berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Nasional. Namun untuk tingkat kabupaten di wilayah Sekar Kijang, Kabupaten Jember masih menjadi yang tertinggi dengan capaian 6,35 persen, sedangkan Banyuwangi berada di posisi kedua dengan 6,14 persen.