Probolinggo, Mediaistana.com
Ruang Rupatama Parama Satwika Polres Probolinggo. Tak ada apel siaga, yang ada sorak sorai nonton bareng nobar Piala Dunia 2026 Uzbekistan vs Kolombia, Kamis (18/6/2026).
Polres Probolinggo sengaja rangkul semua elemen. Yang hadir: HMI, PMII, GMNI, Komunitas Gojek, Senkom, hingga Persatuan Pedagang Sepeda Motor. Semua duduk satu ruangan, tanpa sekat.
Kapolres Probolinggo AKBP, Dr M. Wahyudin Latif, SH, SIK, MSi didampingi Wakapolres Kompol Yanuar Rizal Andrianto dan para PJU langsung ngumpul bareng. Tujuannya jelas: mempererat sinergitas Polri dengan masyarakat.
Nobar ini bukan sekadar hiburan. Ini wadah komunikasi. Kami ingin Polres Probolinggo jadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat, buka AKBP Latif sebelum kick off.
Kapolres menegaskan, masalah kamtibmas tak bisa diselesaikan Polri sendirian. Butuh tangan dingin mahasiswa, ojol, pedagang, dan komunitas lain sebagai mitra di lapangan.
Keamanan bukan hanya tugas Polri. Ini tanggung jawab kita bersama. Saya ajak semua jadi garda terdepan cegah hoaks, jaga persatuan, jaga kondusivitas Probolinggo, tegasnya.
Momen nobar dimanfaatkan Kapolres untuk pesan moral. Boleh beda bendera organisasi, boleh beda profesi. Tapi tujuan satu: Probolinggo aman, damai, kondusif.
Kebersamaan seperti ini modal utama membangun daerah. Kita rawat terus rasa persaudaraan ini, ucapnya.
Pertandingan berlangsung seru. Kolombia akhirnya menang 3-1 atas Uzbekistan. Sorak sorai pecah, jabat tangan antar mahasiswa, ojol, dan anggota Polres jadi pemandangan biasa malam itu.
Yang menarik, obrolan tak hanya soal bola. Di sela jeda, diskusi ringan soal hoaks, tawuran, hingga keamanan lingkungan mengalir cair. Pesan kamtibmas nyantol tanpa terasa menggurui.
Wakapolres Kompol Yanuar menyebut format seperti ini efektif. Lebih nyantol daripada sosialisasi di aula. Sambil nonton, pesan keamanan masuk ke kepala, ujarnya.
Polres Probolinggo berkomitmen kegiatan serupa akan rutin digelar. Nobar, ngopi bareng, sampai ngobrol santai. Semua untuk satu tujuan: merawat kebersamaan agar Probolinggo tetap aman dan nyaman.
Peluit panjang berbunyi. Kolombia menang, tapi yang menang sesungguhnya adalah sinergi Polres dan masyarakat Probolinggo.