Sungai Raya, Bengkayang kalbar – MediaIstana.com Kemacetan parah terjadi di sekitar SPBU 64.791.11 yang berada di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Selasa (23/6/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga menutupi sebagian badan jalan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi serta rekaman video dan foto yang dikirim warga melalui aplikasi WhatsApp, antrean kendaraan yang didominasi oleh armada pengisi bahan bakar minyak (BBM) tampak memanjang hingga ke ruas jalan utama. Sejumlah kendaraan terpaksa berjalan secara bergantian karena sebagian badan jalan tertutup oleh antrean tersebut.
Akibat kemacetan tersebut, sebuah mobil ambulans yang tengah melintas dilaporkan sempat tertahan beberapa saat dan mengalami kesulitan untuk melanjutkan perjalanan. Kejadian itu memicu keprihatinan masyarakat, mengingat kendaraan ambulans memiliki prioritas utama di jalan raya karena membawa kepentingan pelayanan kesehatan dan keselamatan jiwa.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan kondisi antrean yang dinilai sudah mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan.
“Kami berharap pihak Polsek Sungai Raya Kepulauan dapat bertindak tegas terhadap para pengantri BBM yang secara semaunya menutup badan jalan. Jangan sampai kondisi seperti ini terus berulang dan menghambat kendaraan darurat seperti ambulans,” ujarnya kepada media ini.
Selain persoalan kemacetan, warga juga meminta aparat penegak hukum untuk menelusuri informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) terhadap armada yang mengantre BBM di lokasi tersebut.
Menurut warga, isu tersebut telah lama menjadi perbincangan di lapangan dan perlu mendapatkan perhatian serius dari aparat berwenang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun dari aparat kepolisian terkait penyebab kemacetan dan informasi mengenai dugaan pungutan liar tersebut.
(Sumber:HR)
(Publish:Dea Ar)