BerandaInfoBeras dan Sayuran dari Waeyapo Terancam Ditolak Pasar, Petani Bakal Jadi Korban...

Beras dan Sayuran dari Waeyapo Terancam Ditolak Pasar, Petani Bakal Jadi Korban Pencemaran B3

 

Ancaman terhadap masa depan pertanian Kabuvpaten Buru kini semakin nyata. Dataran Waeapo yang selama ini dikenal sebagai lumbung beras Maluku mulai dibayangi kekhawatiran serius akibat maraknya aktivitas pengolahan emas menggunakan bahan berbahaya dan beracun (B3) yang diduga semakin sulit dikendalikan.

Di sejumlah wilayah, tong dan tromol pengolahan emas dilaporkan masih beroperasi di pemukiman warga, saluran air, hingga kawasan persawahan produktif. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa limbah merkuri dan sianida dapat mencemari lingkungan serta berdampak terhadap kualitas hasil pertanian yang menjadi andalan ribuan petani di Pulau Buru.

Kekhawatiran tersebut bukan hanya menyangkut aspek kesehatan lingkungan, tetapi juga ancaman ekonomi yang sangat besar. Jika konsumen dan pasar mulai meragukan keamanan beras, sayur-sayuran, buah-buahan, maupun komoditas pertanian lain yang berasal dari Dataran Waeapo, maka petani berpotensi mengalami kerugian besar akibat turunnya permintaan pasar.

“Yang ditakutkan bukan hanya pencemarannya, tetapi hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap hasil pertanian Buru. Sekali muncul stigma bahwa produk pertanian dari Waeapo terkontaminasi merkuri atau sianida, maka petani yang pertama kali merasakan dampaknya,” ujar salah satu tokoh masyarakat, Rabu, (15/7/2026)

Dataran Waeapo selama puluhan tahun menjadi pusat produksi pangan Kabupaten Buru. Ribuan hektare sawah menghasilkan beras yang memasok kebutuhan masyarakat lokal hingga daerah lain di Maluku. Selain padi, kawasan ini juga dikenal sebagai sentra berbagai komoditas hortikultura yang menopang perekonomian masyarakat pedesaan.

Namun kondisi tersebut terancam apabila aktivitas pengolahan emas menggunakan bahan kimia berbahaya terus berlangsung tanpa pengawasan dan penindakan yang memadai.

Secara ilmiah, merkuri merupakan logam berat beracun yang dapat bertahan lama di lingkungan. Jika masuk ke tanah dan sumber air, merkuri berpotensi terakumulasi dalam ekosistem dan memengaruhi kualitas lahan pertanian.

Sementara sianida yang digunakan dalam proses pemisahan emas juga dapat menimbulkan dampak serius apabila limbahnya dibuang tanpa pengolahan yang memenuhi standar lingkungan.

Para petani kini berada pada posisi yang paling rentan. Mereka tidak terlibat dalam aktivitas pengolahan emas, namun berpotensi menanggung dampak ekonomi apabila hasil pertanian mereka kehilangan kepercayaan pasar.

Ironisnya, di tengah upaya pemerintah mendorong swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian nasional, ancaman pencemaran justru berkembang di salah satu kawasan pertanian paling produktif di Maluku.

Situasi ini menuntut langkah tegas dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait. Penertiban aktivitas pengolahan emas yang menggunakan B3 harus dilakukan secara serius, bukan sekadar operasi sesaat yang tidak menyentuh akar persoalan.

Selain itu, diperlukan pemeriksaan laboratorium secara berkala terhadap kualitas air irigasi, tanah pertanian, serta hasil panen yang berasal dari kawasan Waeapo. Hasil pengujian tersebut harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat untuk menghindari spekulasi dan menjaga kepercayaan publik terhadap produk pertanian Kabupaten Buru.

Jika pemerintah terus membiarkan tong dan tromol beroperasi bebas di sekitar kawasan pertanian dan pemukiman warga, maka yang dipertaruhkan bukan hanya lingkungan hidup, tetapi juga masa depan ribuan petani yang menggantungkan hidupnya pada kesuburan tanah Waeapo.

Ketika pasar mulai menolak membeli beras dan sayur-mayur karena khawatir terpapar racun, saat itulah kerugian terbesar akan dirasakan masyarakat kecil. Dan jika itu terjadi, biaya pemulihannya akan jauh lebih mahal dibanding tindakan tegas yang seharusnya dilakukan hari ini.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!