
BUKAN KARENA PINTAR
Puisi oleh: Lyne Putra Rasera Atti
Siswa SDG IV SOE,KAB.TTS
Dari kelas satu sampai kelas empat,
Namaku sering disebut paling depan.
Bukan karena aku paling cerdas,
Bukan karena aku paling hebat.
Aku anak kampung,
Buku kadang lusuh, lampu kadang padam.
Tapi ada satu yang tak pernah padam:
Doa di malam, sebelum aku tertidur nyenyam.
Aku belajar,
Tapi yang mengerti kan aku, Tuhan.Aku menghafal,
Tapi yang menguatkan ingatanku, Tuhan.
Pintar itu hadiah dari usaha,
Tapi hikmat… itu anugerah dari surga.
Hikmat yang bisik: “Jangan sombong nak”
Hikmat yang pegang: “Bangkit lagi, jangan lelah”.
Peringkat satu itu angka,
Besok bisa hilang tertiup angin.Tapi hikmat Tuhan,
Menuntun sampai aku mencapai tujuan.
Jadi untuk adik-adikku di kampung,
Dengarlah baik-baik pesanku ini:
Kau tak perlu jadi paling pintar,
Cukup jadi anak yang takut akan Tuhan.
Karena di akhir segalanya,
Kita akan mengerti…
Bukan karena aku,
Tapi karena Tuhan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Dengan segala kerendahan hati,
Saya mengucapkan terima kasih kepada:
Bapak/Ibu Kepala Sekolah
Atas teladan, arahan, dan kasih yang tak pernah lelah membimbing kami.
Semua Wali Kelas
Yang seperti orang tua kedua di sekolah, sabar mendidik dan mendoakan kami.
Bapak/Ibu Guru Atas ilmu, waktu, dan air mata yang tercurah demi masa depan kami.
Seluruh Staf dan Pegawai Sekolah
Yang dengan setia melayani di balik layar, agar kami bisa belajar dengan tenang.
Tanpa dukungan Bapak/Ibu semua,
Saya bukan siapa-siapa.
Semua ini karena Tuhan, dan karena Bapak/Ibu.
#INSPIRASISISWA#SDG 1V SOE#KAB.TTS#