Kabupaten Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
PT Suryamulya Properti Nusantara menggelar Pelatihan Pemasar Perumahan Nasional Angkatan Pertama pada Sabtu (01/08/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal perusahaan dalam mencetak tenaga pemasar properti profesional sekaligus memperkenalkan konsep hunian subsidi yang mudah dijangkau masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Suryamulya Properti Nusantara, Aris Suwirya, menegaskan bahwa proyek Griya Surya Klapanunggal di Kabupaten Bogor memiliki legalitas yang jelas dan telah memenuhi seluruh aspek hukum.
Aris juga mengungkapkan bahwa proyek Griya Surya Klapanunggal akan dikembangkan di atas lahan seluas 68,5 hektare dengan target pembangunan 5.500 unit rumah. Proyek berskala besar tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hunian masyarakat sekaligus mendukung program penyediaan rumah yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Menurutnya, PT Suryamulya Properti Nusantara hadir sebagai wadah untuk membangun perumahan subsidi yang tidak hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan konsumen melalui skema pembiayaan yang lebih mudah diakses.
Perusahaan menawarkan konsep kepemilikan rumah tanpa BI Checking dan tanpa riba. Selain itu, cicilan rumah bersifat tetap sejak akad hingga lunas dan rumah selesai dibangun, sehingga konsumen tidak perlu khawatir terhadap kenaikan angsuran di tengah masa kredit.
Program tersebut juga menawarkan DP 0 persen dengan pilihan angsuran mulai dari Rp500.000 hingga Rp2.500.000 per bulan, sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.
Melalui pelatihan nasional angkatan pertama ini, PT Suryamulya Properti Nusantara berharap dapat melahirkan tenaga pemasar yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki hunian yang legal, aman, dan terjangkau.
Pelatihan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, termasuk agen PT Sentrum Properti Indonesia yang turut ambil bagian sebagai angkatan pertama pemasaran. Kehadiran para agen diharapkan dapat memperkuat jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan kompetensi dalam memasarkan produk perumahan kepada masyarakat.
Sementara itu, perwakilan PT Sentrum Properti Indonesia, Heri, menyampaikan masukan terkait strategi pemasaran proyek perumahan. Menurutnya, salah satu aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah keterlibatan para agen dalam sistem pemasaran.
“Agen seharusnya dilibatkan secara langsung dalam sistem pemasaran, bukan hanya ketika menjadi pembeli rumah. Semakin banyak agen yang bergabung dan dimasukkan ke dalam grup penjualan resmi, maka peluang pemasaran akan semakin luas dan potensi penjualan juga dapat meningkat,” ujar Heri.
Ia berharap perusahaan dapat membangun sistem pemasaran yang lebih terbuka dan kolaboratif sehingga seluruh agen memperoleh akses informasi yang sama mengenai produk, program promosi, serta perkembangan penjualan. Dengan jaringan pemasaran yang semakin kuat, target pembangunan dan penjualan 5.500 unit rumah diharapkan dapat tercapai lebih cepat serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.