JAKARTA – Event tanggal kembar di TikTok Shop kini tidak lagi sekadar menjadi momentum promosi dan pemberian diskon. Bagi pelaku industri dan seller, periode seperti 8.8 telah berkembang menjadi arena persaingan bisnis yang sangat ketat untuk memperebutkan perhatian sekaligus keputusan belanja konsumen.
Dalam momentum tersebut, berbagai brand, baik lokal maupun global, berlomba menghadirkan strategi pemasaran agresif. Mulai dari potongan harga, voucher, gratis ongkos kirim, flash sale, live streaming, program affiliate, kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL), produksi konten secara masif hingga peningkatan anggaran iklan digital.
Namun, di tengah perang promosi tersebut, faktor kualitas produk tetap menjadi salah satu pertimbangan penting konsumen dalam menentukan pilihan.
Hal itu setidaknya tercermin dari performa Dabe Beaute, brand skincare lokal yang kembali menunjukkan daya saingnya dalam gelaran event 8.8 TikTok.
Di tengah ketatnya persaingan dengan berbagai brand skincare global dan lokal, Dabe Beaute berhasil mencatatkan performa penjualan yang diklaim menempatkannya sebagai Top 1 penjualan tertinggi secara nasional dalam kategori yang diikutinya.
Pencapaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Dabe Beaute sebagai salah satu brand skincare lokal yang mampu bersaing dalam ekosistem perdagangan digital yang semakin kompetitif.
Kolaborasi Live Streaming
Salah satu strategi yang dilakukan Dabe Beaute dalam event 8.8 adalah melalui kolaborasi live streaming bersama Diksa dan Syaqirah.
Diksa dan Syaqirah merupakan putra-putri dari artis kawakan Soima dan peserta Dangdut Academy 7 (DA7).
Dalam momentum live streaming tersebut, Soima turut hadir mendampingi dan mengantarkan anaknya, Diksa, dalam kolaborasi bersama Dabe Beaute.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi brand dalam menghadirkan pengalaman promosi yang lebih interaktif kepada konsumen. Live streaming sendiri telah berkembang menjadi salah satu instrumen penting dalam perdagangan digital karena memungkinkan brand berinteraksi langsung dengan calon pembeli sekaligus menjelaskan produk secara lebih dekat.
Namun, bagi Dabe Beaute, kekuatan pemasaran tidak semata-mata bertumpu pada figur publik, affiliate maupun besarnya promosi.
Brand tersebut justru berupaya mempertahankan identitas dengan menempatkan kualitas produk dan pemilihan ingredients sebagai bagian utama dari strategi bisnisnya.
Kualitas Produk Jadi Pertaruhan
Persaingan industri skincare saat ini semakin terbuka. Konsumen memiliki banyak pilihan, mulai dari brand lokal hingga merek global. Kondisi tersebut membuat strategi marketing saja tidak cukup untuk mempertahankan konsumen dalam jangka panjang.
Promosi dapat menarik perhatian konsumen. Influencer dapat mendatangkan traffic.Diskon dapat mendorong transaksi.
Tetapi kualitas produk yang dirasakan konsumen pada akhirnya menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan dan pembelian berulang.
Dalam konteks tersebut, Dabe Beaute mencoba membangun diferensiasi melalui penggunaan ingredients yang diposisikan sebagai salah satu keunggulan produk.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip dasar bisnis: marketing yang kuat akan sulit bertahan apabila kualitas produk tidak mampu memenuhi ekspektasi konsumen.
Sebaliknya, ketika kualitas produk mampu membangun kepercayaan, aktivitas marketing dapat menjadi mesin pertumbuhan yang memperluas jangkauan pasar.
Pencapaian Dabe Beaute pada event 8.8 menunjukkan bahwa brand lokal masih memiliki ruang besar untuk bertarung dalam pasar digital yang sangat kompetitif.
Keberhasilan menembus posisi penjualan tertinggi secara nasional di tengah kehadiran berbagai brand skincare lokal dan global juga menjadi indikator bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap produk lokal yang mampu menawarkan kombinasi antara kualitas, strategi pemasaran dan pengalaman konsumen.
Tanggal Kembar dan Masa Depan Brand Lokal
Fenomena tanggal kembar seperti 8.8, 9.9, 10.10, 11.11 hingga 12.12 telah menjadi bagian penting dalam strategi perdagangan digital di Indonesia.
Bagi brand, momentum tersebut bukan sekadar kesempatan memberikan diskon, tetapi juga menjadi ajang mengukur kekuatan brand, kemampuan distribusi, efektivitas digital marketing serta loyalitas konsumen.
Di tengah kompetisi yang semakin padat, tantangan bagi brand lokal bukan hanya bagaimana menjadi viral, tetapi bagaimana mengubah perhatian konsumen menjadi kepercayaan dan kemudian menjadi loyalitas.
Dabe Beaute tampaknya memilih jalur tersebut.
Promosi digunakan untuk menarik perhatian, tetapi kualitas produk menjadi fondasi untuk mempertahankan konsumen.
Jika konsistensi itu mampu dipertahankan, maka kemenangan dalam event tanggal kembar bukan sekadar pencapaian penjualan sesaat, melainkan dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah brand lokal untuk membangun posisi yang semakin kuat di pasar skincare Indonesia.
(Mltc)