Tongkat komando Kepolisian Resor (Polres) Buru kini berada di tangan AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M. Ia resmi dipercaya memimpin Polres Buru menggantikan AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M., melalui rotasi jabatan di jajaran Polda Maluku.
AKBP Andi Zulkifli sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Seram Bagian Barat (SBB). Mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan Polri.
Kepemimpinannya di Polres Buru resmi dimulai pada Selasa, 15 September 2026, ditandai dengan penyambutan dan apel bersama di Mapolres Buru. Momentum tersebut sekaligus menjadi tanda dimulainya estafet kepemimpinan baru di wilayah hukum Polres Buru.
Berpengalaman Memimpin Wilayah Kepulauan
Sebelum tiba di Bumi Bupolo, Andi Zulkifli telah menjalankan tugas sebagai Kapolres SBB. Dalam menjalankan tugasnya, ia terlibat langsung dalam berbagai persoalan keamanan dan pelayanan masyarakat.
Pada Juni 2026, misalnya, ia memimpin penyampaian hasil pengungkapan 15 kasus tindak pidana oleh jajaran Satreskrim Polres SBB.
Ia juga pernah menangani persoalan yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan ADD dan Dana Desa, dengan menekankan koordinasi antara kepolisian dan kejaksaan agar penanganan perkara tidak tumpang tindih.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam tugas yang kini dibawa ke Kabupaten Buru, sebuah wilayah dengan karakter geografis kepulauan, persoalan sosial yang beragam serta tantangan keamanan yang membutuhkan pendekatan hukum sekaligus komunikasi dengan masyarakat.
Dekat dengan Masyarakat dan Jajaran
Saat meninggalkan SBB, Andi Zulkifli mendapat kesan positif dari jajaran yang pernah dipimpinnya. Ia disebut telah membangun kebersamaan dengan personel maupun masyarakat selama kurang lebih satu setengah tahun bertugas di SBB.
Dalam sejumlah kesempatan, ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis, profesionalisme serta sinergi dengan unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan elemen masyarakat lainnya.
Kini pola kepemimpinan tersebut akan diuji di Buru.
Pekerjaan Rumah di Bumi Bupolo
Sebagai Kapolres baru, Andi Zulkifli datang pada saat Kabupaten Buru memiliki sejumlah isu keamanan dan penegakan hukum yang menjadi perhatian masyarakat.
Salah satunya adalah persoalan aktivitas pertambangan di sejumlah kawasan. Publik tentu akan menunggu bagaimana Polres Buru di bawah kepemimpinannya merespons setiap laporan secara objektif, berdasarkan hukum dan bukti yang dapat diverifikasi.
Di sisi lain, tantangan Polres Buru tidak hanya soal penegakan hukum. Konflik sosial, persoalan adat, keamanan wilayah pertambangan, narkotika, kriminalitas, lalu lintas, perlindungan masyarakat serta pelayanan publik juga membutuhkan perhatian.
Karena itu, sosok Kapolres baru bukan hanya dituntut hadir ketika persoalan telah terjadi. Masyarakat juga membutuhkan polisi yang mampu mendengar, berdialog dan hadir sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.
AKBP Andi Zulkifli kini memiliki panggung pengabdian baru di Bumi Bupolo. Pengalaman dari SBB menjadi bekal, sementara Buru menghadirkan tantangan yang berbeda.
Pada akhirnya, masyarakat Buru tentu akan menilai kepemimpinannya bukan semata dari banyaknya kegiatan seremonial, tetapi dari seberapa jauh hukum ditegakkan secara adil, pelayanan kepolisian semakin mudah dijangkau, dan rasa aman benar-benar dirasakan masyarakat.
(Mus Latuconsina)